Tentara India dan Tiongkok Gontok-gontokan di Himalaya, Indonesia Dukung Siapa?

Kamis, 18 Juni 2020 – 20:34 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah ikut memperhatikan eskalasi konflik antara India dengan Tiongkok di Pegunungan Himalaya. Indonesia berharap kedua belah pihak bisa menyelesaikan masalah lewat dialog.

“Indonesia menyeru kedua negara agar menahan diri dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk dialog dan penyelesaian sengketa secara damai,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6).

BACA JUGA: 20 Tentara India Dibantai Tiongkok, PM Modi Malah Sembunyi

Menyebut India dan Tiongkok sebagai teman dekat Indonesia, Retno menyatakan bahwa hubungan baik dan produktif antara kedua negara menjadi kepentingan semua negara di kawasan Indo-Pasifik serta dunia.

“Keduanya juga merupakan negara kunci untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” ujar Retno.

BACA JUGA: Pertempuran Tiongkok Vs India, Tentara Tewas Bertambah Lagi

Hubungan India dan Tiongkok kembali memburuk setelah bentrokan antara tentara kedua negara di Lembah Galwan, wilayah Himalaya, pada Selasa (16/6).

Angkatan Darat India mengatakan 20 tentaranya tewas, sedangkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok membenarkan adanya “konfrontasi fisik yang disertai kekerasan” di wilayah perbatasan itu, meskipun tidak menyebut jumlah korban.

BACA JUGA: Bentrok Tanpa Tembakan Tentara India vs Tiongkok, 20 Pasukan Tewas

Memanasnya situasi di perbatasan tersebut dipicu ketegangan selama beberapa bulan terakhir karena India membangun jalan di Ladakh, di sepanjang Garis Kendali Aktual, yang merupakan perbatasan de facto.

Tindakan itu membuat Tiongkok berang dan mengerahkan tentaranya serta membangun infrastrukturnya sendiri di wilayah sengketa.

Peningkatan aktivitas pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan ini menyebabkan risiko terjadinya konflik antara personel militer kedua negara kian besar.

Pecahnya konflik baru-baru ini merupakan hasil saling klaim perbatasan antara kedua negara yang berujung pada gencatan senjata tahun 1962.

Gencatan senjata itu menyepakati Garis Kendali Aktual sepanjang 3.440 kilometer, meski selama ini tidak ada kesepakatan jelas soal batas wilayah di daerah sengketa yang membentang di Pegunungan Himalaya, kawasan yang memisahkan kedua negara

Sejak itu, kedua negara bertetangga yang masing-masing memiliki nuklir dan jumlah tentara yang besar, saling terlibat konflik di wilayah perbatasan yang dianggap strategis secara ekonomi dan militer.

Jatuhnya korban jiwa dalam bentrokan pekan ini merupakan yang pertama kali sejak India dan Tiongkok terakhir kali terlibat pertikaian keras menyangkut perbatasan pada 1967. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler