Tepuk Tangan! Mahasiswi Bernyali Tinggi Itu dapat Penghargaan dari Kapolres

Selasa, 18 Juli 2017 – 08:55 WIB
Rizky Ainun (keempat kanan) bersama Kapolres, Wakapolres, Pemuda Pancasila usai upacara apel pagi di Mapolres Balikpapan, kemarin (17/7). Foto: GUSTI AMBRI/KALTIM POST/JPNN.com

jpnn.com - Rizky Ainun, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman semester VII itu, dipanggil maju oleh Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta, di hadapan ratusan polisi usai apel pagi, kemarin (17/7).

M Ridhuan - Balikpapan

BACA JUGA: Mahasiswi Kejar Dua Begal Berwajah Sangar, Hasilnya, Braak! Rasain!

Disambut tepuk tangan, Ainun mendapat bantuan dana pendidikan yang diserahkan Kapolres. Selain itu, dia dapat ponsel pengganti dan perbaikan motornya yang rusak dari Pemuda Pancasila.

"Kaget saja. Tadi malam ditelepon dan diminta datang ke Polres buat ikut upacara. Eh, ternyata sampai di sini dapat penghargaan. Senang juga bisa dapat hadiah buat mengganti HP dan motor bisa diperbaiki. Soalnya dari lampunya pecah. Jalannya juga enggak stabil habis jatuh menabrak motor yang ambil HP saya," ujar perempuan berjilbab itu.

BACA JUGA: Pintu Diketuk, Wajah Mahasiswi Pakai Handuk Langsung Pucat, Ditemukan Obat Kuat

Peserta mandiri Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah itu menceritakan kembali alasan dirinya berani membekuk sendiri pelaku yang menjambret ponselnya. Dia geram lantaran pernah jadi korban kejahatan sebelumnya.

"Saya pernah kecurian dompet saat saya taruh di jok motor. Saya kesal sekali. Jadi, ketika HP saya dirampas, saya langsung kejar pelakunya. Saya beranikan diri buat menabrakkan diri soalnya kalau mereka lolos, bakal banyak korban lain yang akan senasib sama saya," ujarnya yang mengaku hingga kemarin masih merasa sakit di bagian tangan kanannya.

BACA JUGA: Tertangkap Basah Ngamar Bareng Om, Mahasiswi Cuma Pakai Handuk

Gadis kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 20 tahun silam itu berharap tidak lagi menjadi korban kejahatan.

Dia akan lebih waspada dengan lingkungan sekitar. Apalagi pelaku kejahatan terbilang nekat karena beraksi di tengah keramaian.

"Semoga jadi yang terakhir. Soalnya ibu saya syok waktu saya telepon usai kejadian. Kalau saya melakukan tindakan tersebut. Alhamdulillah, semua baik-baik saja," ucap calon penulis novel itu.

Sementara, Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta usai penyerahan penghargaan menyebut jika apa yang dilakukan Ainun tergolong nekat.

Namun, dia mengapresiasi lantaran mahasiswi itu menjadi contoh masyarakat. Menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

"Bisa jadi contoh dan teladan bagi masyarakat lain. Semoga rektor di Kampus Unmul bisa melihat dan memberikan penghargaan serupa. Kalau perlu beasiswa," ujar Jeffri.

Dia juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada dengan situasi kejahatan saat ini. Menjaga diri dan barang berharga.

"Sekali lagi kami berterima kasih kepada saudari Ainun yang berani dan berhasil menggagalkan kejahatan. Karena itu kami berikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ainun, berhasil menangkap sendiri satu pelaku penjambret ponselnya, Senin (10/7) lalu. Dia mengejar dan menabrakkan diri ke motor pelaku.

Dia sempat diseret karena memegang kaki seorang pelaku, Angga Octavino (24).

Sementara pelaku lain, Dicky Bajar (26) ditangkap tim Reskrim Polsek Balikpapan Utara dua hari kemudian (12/7), setelah berhasil kabur ke dalam gang samping warnet di kawasan Sungai Ampal. (rsh/k15)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eeitt, Ngamar sama Om-om, Mahasiswi Hanya Pakai Handuk


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler