Terdakwa Penyuap Rudi Merasa Bukan Penjahat Migas

Kamis, 13 November 2014 – 23:12 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Meris Simbolon menyatakan bahwa dirinya bukanlah seorang penjahat di bidang minyak dan gas (migas). Hal itu disampaikan Meris dalam nota pembelaan pribadinya.

"Sebagai manusia biasa saya tentu memiliki banyak kesalahan tapi saya meyakini diri saya bukan seorang kriminal, saya bukan penjahat migas apalagi seorang koruptor," kata Meris dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (13/11).

BACA JUGA: Berkas Lengkap, Bupati Karawang dan Istri Segera Jalani Persidangan

Lebih lanjut Meris mengaku terpukul dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Bahkan, ia menganggap tuntutan jaksa sebagai manusia yang ingin membinasakan sesama.

"Saya merasa tertekan seperti ingin dibinasakan oleh tangan manusia sesamaku sendiri atas tuntutan empat tahun enam bulan," ujar Meris.

BACA JUGA: Sudah Rekonstruksi, Gubernur Riau Segera Diadili

Dalam nota pembelaannya, Meris membantah dirinya memberikan suap USD 522.500 kepada Kepala SKK Migas saat itu Rudi Rubiandini lewat pelatih golf bernama Deviardi alias Ardi. Meris hanya mengaku pernah mengirim surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait permohonan penyesuaian harga gas. Sebab, harga gas yang terlalu tinggi membuat perusahaannya susah karena tidak bisa bersaing.

"Ketika itu kami memohon formula harga gas dirumuskan adil sehingga PT KPI dapat bersaing kembali. Saya membuat permohonan agar dapat segera diproses pemerintah tapi apa daya sampai saat ini permohonan tersebut belum direspon," tutur Meris.

BACA JUGA: Agar Nikah Seagama, Bupati Sarankan Agama Tercantum di KTP

Meski begitu, Meris membantah belum adanya respon ESDM terhadap permohonan perusahaannya membuat dia mencari bantuan ke SKK Migas. "Tidak ada niat  saya untuk memberi hadiah, janji, sesuatu, uang kepada pihak SKK Migas atau pihak lainnya terkait surat permohonan penyesuaian harga gas. Saya tidak pernah ada negoisasi untuk msalah penyesuaian harga gas PT KPI oleh SKK Migas," ucap Meris.

Pada saat membacakan pledoi, Meris sempat menangis. Kerabat Meris yang hadir dalam persidangan juga tampak menangis.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PD Minta Jokowi Naikkan Harga BBM Tahun Depan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler