Terima Direksi WIR Group, Ketua MPR Dukung Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality

Sabtu, 31 Juli 2021 – 21:38 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima direksi WIR Group, Sabtu (31/7). Foto Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung pemanfaatan teknologi virtual reality dan artificial intelligence dalam berbagai bidang kehidupan. Baik rumah tangga, promosi usaha, hingga pengembangan jasa usaha perdagangan.

Hal itu disampaikan Bamsoet usai menerima jajaran direksi WIR Group, perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pemanfaatan teknologi augmented reality (AR) untuk mendukung perekonomian Indonesia, serta memberikan solusi berbagai sektor industri.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor IPDN 2021

AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata dan memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam waktu nyata.

"Berdiri sejak tahun 2009, WIR telah menghasilkan ribuan proyek yang telah dipakai di lebih dari 20 negara. Didukung tim yang kuat, WIR kini telah memiliki 5 paten teknologi yang tidak hanya terdaftar di Indonesia, namun juga dunia di bawah naungan WIPO," ujar Bamsoet Sabtu (31/7).

BACA JUGA: Ferdinand: Target Akhirnya Supaya Kaos sehingga Jokowi Bisa Dijatuhkan

Hadir dalam pertemuan itu jajaran direksi WIR Group, antara lain Executive Chairman Daniel Surya, Chief Innovation Officer Michael Budi, serta Group Chief Operating Officer Jeffrey Budiman serta Basuri Tjahaja Purnama.

"Beberapa contoh di antaranya, AR untuk membantu sebuah penerbit di Spanyol dalam mempromosikan konten bukunya, AR yang dipergunakan untuk mengkomunikasikan maskot produk Dutch Lady di Vietnam, serta AR yang dapat dipergunakan di berbagai platform video conference," ucap mantan ketua DPR itu.

BACA JUGA: Mobil Pejabat Tabrak Pesepeda dan Kabur, Videonya Viral, Begini Jadinya

Dia menerangkan, ada pula DAV yang merupakan solusi media interaktif di dalam ruang yang dikombinasikan dengan teknologi augmented reality. Ribuan minimarket telah menggunakan DAV versi 1.0 dan kini DAV versi 2.0 yang ditempatkan di minimarket, hotel, bandara, apotek dan lainnya.

Selain, lanjut wakil ketua umum KADIN Indonesia tersebut, ada juga Mindstores yang merupakan solusi layanan komersial yang memungkinkan setiap orang biasa membuka cabang dari retailer yang sudah terkenal.

"Ini memungkinkan layanan ekonomi digital tetap bisa menembus kota-kota kecil yang masih bergantung pada uang kertas, untuk bisa membangun bisnisnya sendiri dengan modal terbatas. Salah satu brand ternama yang menjadi partner Mindstores di antaranya Alfamart, Kimia Farma, dan lainnya," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler