Terinspirasi dari Game Online, 9 Anak SD Bobol Mobil

Rabu, 04 Mei 2016 – 07:52 WIB
Ilustrasi pembobolan mobil. Foto: Dokumen JPNN

jpnn.com - BATAM - Sedikitnya sembilan anak ingusan yang masih duduk dibangku kelas IV SD tertangkap tangan mencuri barang berharga di dalam mobil yang terparkir di Perumahan Plamo Garden Blok L nomor 12, Batamcenter, Batam, Kepri, Sabtu (30/4) lalu.

Dari sembilan pelaku itu, tujuh di antaranya merupakan murid di SD yang sama. Mereka adalah Da, Dv, An, Di, Ap, Aw, serta Dn. Sementara dua pelaku lainnya, Sa dan Ga berasal dari SD yang berbeda.

BACA JUGA: PNS Wajib Baca Ini Jika Tak Mau Dipecat

Dalam aksinya, para pelaku menggasak uang tunai senilai jutaan rupiah, uang dolar Singapura, serta telepon seluler milik korban. Mirisnya lagi, aksi ketujuh murid itu bukan yang pertama kalinya. Berdasarkan rekaman CCTv di perumahan tersebut, mereka sudah tiga kali mencuri.

”Mereka baru saja pulang sekolah. Awalnya tak mengaku, tapi ditunjukkan rekaman CCTv baru mengaku,” tutur Naim, petugas keamanan di Perumahan Plamo Garden, Batam, Kepri, seperti dikutip dari Batampos (Jawa Pos Group), Selasa (3/5).

BACA JUGA: Lampu Teplok Kesenggol, Kena Kasur, Bayi Sepuluh Bulan Terbakar

Namun apes bagi para pencuri cilik ini. Aksi mereka pada Sabtu lalu diketahui korban. ”Mereka ditangkap pemilik mobil. Lalu diserahkan ke kita,” ujar Naim.

Dia menjelaskan, saat mencuri para pelaku masih mengenakan seragam sekolah. Layaknya pencuri profesional, mereka berbagi tugas saat beraksi. Ada yang bertugas berjaga, mengawasi, dan mengambil barang di dalam mobil. Seluruh aksi kesembilan pelaku terekam CCTv.

BACA JUGA: Saat Membuka Kain, Gubernur Ini Langsung Menangis

Sementara itu, kepala SD tempat tujuh pelaku sekolah, Firdaus membenarkan tujuh siswanya terlibat pencurian. Namun, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara orangtua siswa dan korban atau pemilik mobil. ”Korban menerimanya. Kejadian itu di luar jam sekolah,” ujar Firdaus.

Dia menduga ketujuh muridnya mencuri karena pengaruh game online. Sebab menurutnya, mereka umumnya berasal dari keluarga yang mampu, bahkan ada yang tinggal di perumahan elite. 

”Mereka iseng-iseng saja dan belajar dari game. Lagian uang dolarnya masih ada dan dikembalikan ke pemiliknya,” jelasnya.(opi/ska/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Kasus Pemerkosaan di Rejang Lebong Bikin Geleng Kepala


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler