Ternyata, 50 Persen Anak Usia di Atas 15 Tahun tak Lihai Membaca

Rabu, 25 Maret 2015 – 19:40 WIB
Mendikbud Anies Baswedan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA--Kemampuan membaca dan matematika siswa di Indonesia ternyata rendah. Ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan The Program for International Student Assessment (PISA), terhadap kemampuan membaca, dan matematika siswa.

Siswa Indonesia disebut masih ketinggalan sekitar tiga tahun dari tingkat rata-rata negara OECD.

BACA JUGA: Memilukan..63 Murid SD di Papua Barat Hanya Diajar Seorang Guru

"Jadi PISA melansir data lebih dari 50 persen anak Indonesia berusia di atas 15 tahun tidak menguasai ketrampilan membaca, dan matematika yang mendasar. Evaluasi dilakukan setiap tiga tahun, terhadap siswa berusia 15 tahun," kata Mendikbud Anies Baswedan kepada pers, Rabu (25/3).

Dia mengungkapkan, kemampuan membaca dan menulis harus menjadi fokus perhatian. Lantaran kemampuan membaca berkaitan dengan logika berfikir.

BACA JUGA: Ini Daerah Paling Minim Pasok Listrik ke Sekolah

“Membaca itu logika, karena (saat membaca) struktur kalimat itu membentuk logika berfikir. Karena itu kemampuan bahasa, dan matematika menjadi (kebutuhan) sangat mendasar sekali,” tandasnya. (esy/jpnn)


    

BACA JUGA: Miris..Sekolah Ini Tampung Semua Siswanya dalam Dua Ruangan Kelas

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengenaskan! 17.520 Sekolah Belum Dialiri Listrik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler