Ternyata, Bahan Pembuatan Alquran Berusia 4 Abad Bukan Dari Kertas Biasa

Kamis, 03 Desember 2015 – 09:15 WIB
Mushaf Alquran berusia 400 tahun di Museum NTB. FOTO: Lombok Pos/JPNN.com

jpnn.com - Mushaf Alquran berusia empat abad masih tersimpan rapi di Museum NTB (Nusa Tenggara Barat). Bahan pembuatan alquran ini menggunakan kertas tradisional yakni deluang. Deluang adalah kulit kayu yang ditipiskan.

“Pada abad itu Kolonial Belanda belum masuk ke Lombok, Belanda masuk pada tahun 1892 yang tentu membawa kertas,” kata Benyamin, sejarawan Museum NTB seperti dilansir Harian Lombok Pos (Grup JPNN.com).

BACA JUGA: Tak Bisa Ditindak Pidana, Imigrasi Tunggu Sikap Konsulat Malaysia

Sementara alquran itu menggunakan kertas tradisional deluang. Setelah diteliti, tintanya juga bukan dari tinta China, tetapi berbahan dedaunan, akar-akaran dan bunga-bungaan. Bahan tinta tumbuhan itu ada yang diperas direbus dan sebagainya.

Menurutnya, kemungkinan Alquran tersebut dibuat di Lombok, setelah abad ke-16 sebelum kolonial masuk. Ia sendiri belum bisa memastikan tahun berapa dibuat dan berapa tahun usianya. Tapi jika dihitung dari tahun 1700-an, berarti sekarang sudah 400-an tahun.

BACA JUGA: Tiga WNA Terobos Perbatasan, Baru Ketahuan Setelah ...

”Diperkirakan seperti itu dilihat dari bahannya,” terangnya.

Sekilas mushaf Alquran ini seperti alquran biasa. Namun nampak lebih lusuh dengan warna coklat tua. Huruf-huruf hijaiyah ditulis rapi, dengan penulisan nomor ayat berwarna merah.

BACA JUGA: Gara-gara Burung, Malah Terkurung di Penjara

Pihak museum sangat hati-hati dengan benda ini. Bila sembarangan disentuh, lembar mushaf bisa rusak.

Benyamin, sejarawan Museum NTB menjelaskan, mushaf Alquran ini ditemukan di Lombok. Secara keseluruhan, pihaknya mempunyai 15 mushaf alquran. Tidak hanya dari Lombok. Tapi juga berasal dari Dompu, Bima dan Sumbawa. Dari 15 mushaf ini, ada yang sudah sangat tua, salah satunya yang dipajang tersebut.

Alquran itu diperkirakan dibuat sekitar abad ke-16. Alasannya karena Islam masuk ke Lombok sekitar abad ke-16.

Untuk mendapatkan usia pasti Alquran ini, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan mendalam. Sehingga didapatkan refresnsi yang lebih detail terkait benda-benda bersejarah ini. Dengan demikian transfer nilai-nilai budaya dan agama bisa semakin baik di kalangan generasi muda.(r6/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Mushaf Alquran Berusia 400 Tahun Lebih


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler