Ternyata, Pemilih Agus dan Anies Beririsan

Kamis, 06 Oktober 2016 – 21:05 WIB
ILUSTRASI: FOTO: Dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Sekitar 38 persen tren pemilih di pilkada DKI Jakarta masih berbasis pada etnis, agama, dan suku. Sedangan pemilih yang rasional hanya 10 persen.

"Tapi suara pemilih akan terbagi dengan baik karena irisannya banyak titik kesamaan antara Agus Yudhoyono dengan Anies Baswedan,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Kamis (6/10).

BACA JUGA: Politikus PKS Akui Banyak Muslim Pilih Ahok, Tapi Kini...

Agus-Sylviana, lanjutnya, adalah pasangan yang mencerminkan apsek ke-Indonesia-an yang serasi. Sebab, keduanya  ada kombinasi Jawa-Betawi, yang menjadi realitas sosiologis dan psikologis pemilih mayoritas di DKI Jakarta.

"Imigran Jawa yang ada di Jakarta, kemungkinan akan memilih Agus. Sebab, logika Jawa tentang ramalan Jayabaya akan muncul Satrio Piningit tak bisa mereka abaikan," ungkapnya.

BACA JUGA: Jangan Kaget, Ahok Berpotensi Jadi Penonton di Putaran Kedua

Apalagi jumlah suku Betawi sekitar 27,65 persen kata Pangi, kemungkinan solid memilih Sylviana, karena satu-satunya figur yang merepresentasikan suku Betawi asli, yang ikut kontestasi elektoral Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.

"Sementara suku lainnya, yakni Sunda sekitar 15,27 persen di bawah suku Jawa Tengah, dan Jawa Timur 35 persen, kemungkinan akan memilih Anies-Sandi.

BACA JUGA: BIJAK! Begini Timses Ahok-Djarot Tanggapi Hasil Survei

"Ada lebih kurang 30 persen pemilih pemula dan pemilih muda yang akan digarap. Saya melihat irisannya, kans dominan akan memilih Agus dan Anies di banding Ahok. Mereka akan berkompetisi dan berebut basis segmentasi pemilih pemula dan anak muda," imbuhnya.

Menurut Pangi, pasangan Agus-Sylviana ialah sosok anti-tesis Gubernur Ahok. Mewakili kelompok yang tertindas, seperti penggusuran yang tidak berpihak pada wong cilik. Gubernur Ahok tegas tapi kasar.

"Saya kira sosok Agus yang tegas, tapi santun beretika dengan tagline-nya 'Jakarta untuk Rakyat' bisa membuat Ahok terjungkal dan menyerah tanpa syarat di depan Agus," katanya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ruhut: Jangan Suruh Aku Mundur, tapi Pecat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler