Teror Bom di Bandara Sepinggan

Jumat, 31 Oktober 2014 – 22:47 WIB

jpnn.com - BALIKPAPAN - Aktivitas Bandara Internasional Sepinggan sempat digemparkan teror bom, Senin (27/10). Namun dua hari kemudian, pelaku teror akhirnya ditangkap Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Kaltim, di bandara terbesar di Kaltim itu, Rabu (29/10) malam.

Pelakunya diketahui Indra Setiawan (24), sekuriti bandara. Ia mengirimkan pesan singkat atau SMS, berisi telah menanam 10 mortir di seluruh titik area bandara ke rekan kerjanya, Sahrul. Bom tersebut akan diledakkan secara bersamaan.

BACA JUGA: Akhir Desember, Krisis Listrik di Sumut Ditargetkan Beres

Kontan Sahrul panik dan mengadukan ke petugas terkait di bandara hingga ke Polda Kaltim turun mem-backup Polres Balikpapan. Pasalnya, Indra mengirim SMS serupa berulang kali.

Soal teror bom ini dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kaltim Kombes Pol Eka Yudha Satriawan. "Sudah kami amankan yang bersangkutan. Motifnya kami selidiki. Teror bom melalui SMS tersebut juga tidak benar, anggota sudah mengecek," ucapnya ditemui di kantornya Kamis (30/10).

BACA JUGA: Facebook Milik Pegawai Pemko Tampilkan Profil Bugil

Menurut Eka, teror tersebut sengaja ditutup rapat-rapat. Ini untuk mencegah kepanikan masyarakat yang beraktivitas di bandara. Untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, pelaku teror Indra Setiawan diboyong ke Polres Balikpapan. "Sudah dilimpahkan ke Polres, mengenai motifnya masih kami gali," urai Eka.

Kejadian serupa pernah dialami Fandi dan Masdin pada 7 Oktober. Keduanya tak menyangka keisengannya menulis kata bernada ancaman membuat temannya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Tidak hanya itu, Masdin (24), teman Fandi, juga gagal pulang kampung, akibat keisengannya.

BACA JUGA: Kapolres Perintahkan Tembak di Tempat untuk Pelaku Kejahatan

Penyebabnya, barang bawaan Masdin terdapat tulisan, “awas bom”. Awalnya tidak ada masalah dengan keberangkatan Masdin. Sebulan di Samarinda, dia ingin pulang ke Palu, Sulawesi Tengah. Tiba di Bandara Sepinggan, barang Masdin dimasukkan ke bagasi.

Masalah terjadi ketika petugas yang hendak memasukkan barangnya ke pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 858 tujuan Palu, menemukan sebuah kotak bekas air mineral yang di kedua sisinya terdapat tulisan ancaman. Setelah ditelusuri, kotak tersebut merupakan milik Masdin. Padahal kotak tersebut berisi ikan asin dan baju untuk oleh-oleh. (aim/rom/k14)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Korsel Terjaring Operasi Yustisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler