Teroris Sri Lanka Mulai Sasar Infrastruktur

Sabtu, 04 Mei 2019 – 21:11 WIB
Polisi Sri Lanka berjaga di dekat salah satu lokasi serangan bom Paskah. Foto: AFP

jpnn.com, KOLOMBO - Ancaman bom di Sri Lanka pasca serangan bom Paskah terus muncul. Kemarin, Jumat (3/5) otoritas Sri Lanka kembali menambah personel untuk berjaga di area baru. Pasukan itu menaiki kapal untuk menyisir kaki-kaki jembatan sepanjang sungai di Kolombo.

Menurut laporan intelijen, jembatan di ibu kota Sri Lanka bakal jadi sasaran bom selanjutnya. Tak jelas kapan dan di mana serangan susulan itu berlangsung. Tapi, polisi jelas tak mau ambil risiko dan langsung meminta bantuan angkatan lain.

BACA JUGA: 10 Hari Bom Paskah, Sri Lanka Masih Dihantui Teror

"Tentara dan lembaga terkait lainnya siap untuk membantu kepolisian melacak para teroris. Kami akan kerahkan tenaga sebanyak apa pun selama dibutuhkan," bunyi pernyataan resmi militer Sri Lanka menurut Agence France-Presse.

Beberapa temuan sudah diperoleh. Dalam operasi semalaman, otoritas berhasil mengamankan peledak dan senjata di beberapa lokasi. Namun, barang-barang tersebut diperoleh dari kelompok kriminal, bukan organisasi teroris.

BACA JUGA: Bos ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi Nongol Lagi

Pemerintah juga terus bekerja sama dengan negara asing untuk memetakan kekuatan National Tawheed Jamaath (NTJ). Sampai saat ini, lembaga intelijen dari AS, Inggris, dan India sudah memberikan bantuan. "Ancaman jelas belum hilang. Tapi, situasi cukup terkendali," ujar jubir pemerintah Rajitha Senaratne.

Dia terus berkilah. Nyatanya, pemerintah belum memadamkan risiko serangan lanjutan. Sampai saat ini, masih ada empat sosok yang terlibat dalam serangan Paskah. Mereka dinilai berpotensi melakukan aksi bom bunuh diri jika tak segera ditemukan.

BACA JUGA: Trauma Teror, Sri Lanka Larang Warga Menutup Wajah

Yang paling resah tentu umat Kristiani. Uskup Agung Kolombo Kardinal Malcolm Ranjith baru saja mengumumkan bahwa seluruh lembaga Katolik bakal tiarap. Gereja maupun sekolah Katolik akan ditutup tanpa tenggat yang ditentukan.

"Untuk kebaikan umat, kami memutuskan untuk menutup institusi itu sementara," jelasnya kepada Associated Press.

BACA JUGA: 10 Hari Bom Paskah, Sri Lanka Masih Dihantui Teror

Jubir Keuskupan Agung Kolombo Edmund Thilakaratne menegaskan, sumber asing menyatakan bahwa serangan susulan akan terjadi pekan ini. Karena itu, misa Minggu tak akan digelar di gereja akhir pekan nanti. Sangat mungkin misa itu hanya disiarkan lewat televisi dengan khotbah dari Ranjith.

The Week melansir, pemerintah Sri Lanka juga mulai mengencangkan pengawasan terhadap turis. Menteri Dalam Negeri Sri Lanka Vajira Abeywardana sudah menegaskan bahwa warga asing yang tak berizin harus dideportasi. Sejak itu, dua warga India ditangkap mulai Rabu karena tak punya visa yang valid.

Jelas, pemerintah tak ingin serangan 21 April silam terulang. Akibat ledakan di delapan titik terpisah itu, 257 orang meninggal. Korban luka yang masih harus dirawat di rumah sakit mencapai 47 orang. "Sebanyak 12 di antaranya dalam keadaan kritis," ujar Anil Jasinghe, pejabat Kementerian Kesehatan.

Komunitas muslim Sri Lanka pun tak mau tinggal diam. Banyak di antara mereka yang memberikan bocoran kepada pemerintah soal siapa saja yang mencurigakan. Pasalnya, mereka sudah tahu seluk-beluk Zahran Hashim, pemimpin NTJ sekaligus otak serangan bom Paskah.

Pada 2017 Sri Lanka Thowheed Jama'ath (SLTJ) sampai menggelar konferensi pers yang menyatakan bahwa Hashim merupakan sosok berbahaya. Namun, pemerintah cuek. (bil/c5/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teror Bom Paskah: Sri Lanka Tutup Masjid NTJ


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler