Terpaksa Membelah Diri karena Kurang Guru di Sekolah

Jumat, 08 Februari 2019 – 16:44 WIB
Sekolah kekurangan guru sehingga guru harus bolak balik ke kelas lain. Foto: JPG

jpnn.com, JEMBER - SDN Curahtakir 03, Dusun Bajing, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo di Jatim masih kekurangan guru. Karena itu, satu guru harus mengajar dua kelas.

Seperti dialami M. Agus Wahyudi. Dia mengajar secara bergantian antara kelas IV dan V. Dia mengaku, dirinya harus pintar-pintar mengatur jadwal untuk mengajar.

BACA JUGA: Miris, Hanya Ada Dua Guru di Sekolah untuk Didik Seratus Siswa

BACA JUGA : Kurang Guru dan Bidan tapi Penerimaan CPNS Dihentikan

 

BACA JUGA: Kurang Tenaga Pendidik, Guru Ini Harus Mengajar 6 Kelas

Dengan harapan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di kedua kelas itu berjalan optimal dan kondusif.

"Awalnya, saya masuk di kelas V untuk memberi materi dan penjelasan kepada siswa selama beberapa menit. Setelah itu, saya pindah ke ruang kelas lainnya (kelas IV)", ujar Agus.

BACA JUGA: Miris, Satu Sekolah Hanya Punya Dua Guru

Dia menyatakan, kondisi tersebut sudah dilakukannya cukup lama. Sekolah, lanjut dia, memang kekurangan guru.

BACA JUGA : Kemdikbud Bilang Kurang Guru, KemenPAN-RB Moratorium CPNS

Karena itu, siswa kelas IV yang diajarinya harus menunggu. Setelah mengajar kelas V, Agus pindah untuk mengajar di kelas IV. Meskipun demikian, siswa yang menunggu tersebut harus berada di ruang kelas.

"Tidak ada siswa yang bermain di luar meskipun menunggu giliran," ujarnya.

Agus menjelaskan, kendala di SDN Curahtakir 03 bukan hanya masalah guru, melainkan juga ruang kelas yang sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Dua ruang kelas yang bagian atapnya terbang hingga saat ini belum ada perbaikan. Siswa di dua kelas itu harus berpindah tempat ketika hujan. Sebab, kelas mereka bocor dan menjadi basah.

BACA JUGA : 66 Persen Daerah Terpencil Kurang Guru

Kedua kelas tersebut, yakni kelas V dan VI. Dia menjelaskan, jika kondisi parah itu terjadi setelah lima bulan lalu, sekolah itu diterjang angin puting beliung.

Berdasar informasi pihak sekolah, kondisi tersebut memang dibiarkan. Pasalnya, pihak sekolah tidak mampu memperbaiki.

Bahkan, separo pintu ruang kelas IV rusak. "Tidak ada biaya untuk memperbaiki kerusakan sekolah itu," ujar Kepala SDN Curahtakir 03 Agus Suryanto. (jum/ram/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Dibutuhkan Guru untuk Penempatan di Pulau


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler