Dua remaja putri kembar yang terpisah sejak lahir bertemu pertama kalinya di Jakarta pekan ini, setelah kontak pertama kali lewat media sosial. Mereka sekarang mencari kembar ketiga yang belum diketahui keberadaannya. Kontak pertama kembar Nadya dan Nabila adalah lewat Twitter setelah teman melihat keduanya mirip Sekarang Nadya dan Nabila tahu mereka punya saudara kembar ketiga dan berusaha mencari Keduanya bertemu di Jakarta pertama kali minggu ini setelah sebelumnya hanya chatting online

 

BACA JUGA: Jual Telur Sampai Cendol, Warga Indonesia Bantu Korban Kebakaran Australia

Setahun lalu, Nadya Elvira, seorang pelajar berusia 16 tahun di Jakarta, menonton video online yang dikirim temannya, karena ada remaja perempuan yang tampak seperti dirinya.

Remaja dalam video itu memiliki wajah yang sama, usia yang sebaya, dan juga gerak-geriknya juga mirip.

BACA JUGA: Pengibaran Bendera Nazi di Beulah Hebohkan Australia

"Saya sangat terkejut." katanya. "Seperti melihat diri saya sendiri di kaca."

Karena kemiripan tersebut, Nadya malah ketakutan untuk menghubungi remaja putri tersebut.

BACA JUGA: WN Indonesia Sengaja Pilih Sekolah Kejuruan demi Tinggal di Australia

Bulan Desember kemarin, teman lainnya mengirimkan video lainnya kepada Nadya.

Madya kemudian mencoba mengkontaknya lewat Twitter, yang diketahui bernama Nabila Azzhara, anak satu-satunya yang tinggal dengan orang tuanya di Sulawesi. External Link: @jonasociety FINALLY, I FOUND MY TWIN FOR 16 YEARS. Nadya & Nabila — A THREAD —

 

Mereka saling bersapa lewat chatting, sebelum saling berbagi nomor telepon.

Setelah mereka berdua 'chatting' lewat video, Nabila baru menyadari betapa miripnya mereka berdua.

Keduanya lahir di Makassar pada hari yang sama di tahun 2003.

Mereka juga memiliki tinggi dan nomor sepatu yang sama dan masih duduk di bangku SMA.

Yang lebih mengejutkan keduanya, mereka memiliki kebiasaan yang juga sama.

Keduanya suka mengunyah es dan takut dengan suara balon yang meletus, bahkan cara keduanya tertawanya mirip.

Hanya warna kesukaan mereka yang berbeda, Nadya suka warna pink dan Nabila warna biru.

"Apakah kita mungkin kembar?" tanya Nadya kepada Nabila.

"Kalau iya, maka akan seperti mimpi yang jadi kenyataan," kata Nabila, yang selalu ingin punya adik.

Nadya tidak pernah membayangkan jika ia adalah anak angkat dan mungkin memiliki saudara kembar.

Namun ia sering bertanya-tanya mengapa keempat kakaknya sekarang jauh lebih tua usianya dan tidak mirip sama sekali dengan dirinya.

Nadya kemudian bertanya kepada ibunya yang mengungkapkan hal yang mengejutkan, bahwa ia sebenarnya lahir sebagai kembar tiga.

Mereka semua dilahirkan di Makassar, namun dipisahkan sejak lahir.

Kedua remaja ini tentu saja terkejut dengan pemberitahuan ini.

"Aneh sekali rasanya." kata Nabila. "Saya sangat terkejut."

Setelah berpisah selama 16 tahun, Nabila hari Rabu (15/1/2020) diundang ke Jakarta oleh sebuah akun YouTube bernama Gritte.

Nabila yang datang dari Makassar memberi kejutan kepada Nadya dengan pertemuan mereka, setelah sebelumnya mereka pernah diwawancarai terpisah

Saat bertemu secara langsung pertama kali, keduanya tidak banyak berkata-kata satu sama lain, hanya berpelukan, tertawa dan menangis bersama. External Link: An Indonesian YouTube channel secretly organised for the girls to meet for the first time.

  Kembar tiga, bukan kembar dua

Nabila yang tinggal di Makassar sudah tahu bahwa dia adalah anak adopsi, namun dia tidak tahu memiliki saudara kembar. External Link: Twitter @jonasociety nih, akhirnya posting disini.

 

"Mama selalu mendukung saya, ketika saya dibully di sekolah, ayah juga. Mereka mengatakan 'jangan menyerah" di satu hari nanti kamu akan berhasil lewat caramu sendiri," kata Nabila.

Dua tahun lalu, dia mendapat SMS misterius dari nomor yang tidak dikenal yang berbunyi "saya rindu dengan anak saya, saya ingin bertemu dengan kamu."

Nabila kemudian bertanya kepada ibunya Johra, yang mengatakan memang dia diadopsi dari bayi.

Namun Nabila tidak mendapat pemberitahuan kalau dia adalah satu dari kembar tiga.

Nabila mengatakan dia akan tetap menganggap orang tua angkatnya sebagai orang tua sebenarnya.

"Saya mencintai orang tua saya. Bagi saya, saya adalah anak kandung mereka, karena mereka sangat menyayangi saya." kata Nabila.

Nabila dan Nadya sekarang berharap akan menemukan kembar ketiga, lewat media sosial. Namun sejauh ini mereka tidak tahu nama dan dimana dia berada.

Nabila Azzhara sudah mengunggah pesan online meminta siapa saja yang mungkin tahu akan keberadaan kembar ketiga untuk menghubungi mereka. Keluarga Nadya sengaja merahasiakan proses adopsi tersebut Photo: Kembar identik ini sekarang mengetahui bahwa mereka sebenarnya memiliki kembar ketiga. (Twittwe: @bileeuww)

 

Ibu angkat Nadya di Jakarta pada awalnya berusaha mencegah anaknya tahu jika dia adalah anak adopsi.

Ketika minggu lalu, dia bertanya apakah dia punya saudara kembar, ibunya menolak menjelaskan hal tersebut.

"Dia bilang ke ibu kami 'saya punya saudara kembar kan?;," kata kakak Nadya, Jati Suryandari.

"Ibu kemudian panik. Dari awal sampai sekarang kami memang menutupi siapa dia sebenarnya."

"Kami tidak pernah menyangka dia akan mengetahuinya lewat media sosial." External Link: @bileeuww · IT TURNS OUT HE'S MY TWIN WHO WAS SEPARATED FOR 16 YEARS

 

Ketika Nadya menunjukkan kepada ibunya foto Nabila, ibunya meminta Nabila untuk tidak lagi menghubungi Nadya, karena katanya "di dunia ini banyak orang yang wajahnya mirip".

Seluruh keluarga memang merahasiakan bahwa Nadya diadopsi.

Keluarga Nadya akhirnya mengakui bahwa ibu kandung kembar tiga tersebut sangat miskin untuk bisa menghidupi mereka.

Sebagai orang tua tunggal, dia kemudian menyerahkan bayinya untuk diadopsi.

Nabila diadopsi oleh keluarga yang dikenal ibu kandungnya di Makassar, namun sekarang mereka sudah putus hubungan.

Kakak Nadya, Jati Suryandari, mengatakan saat usianya 23 tahun, ibunya pernah bertanya apakah dia keberatan kalau mereka mengadopsi seorang bayi perempuan.

"Saya mengatakan saya akan senang, karena saya tidak memiliki adik perempuan. Saya anak keempat dengan tiga kakak laki-laki. Kemudian Nadya datang dengan berat 1.5 kg," kata Jati.

Keluarga Nadya kemudian pindah dari Makassar ke Depok, ketika Nadya masih kecil.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

BACA ARTIKEL LAINNYA... Percayalah, Razia LGBT di Depok Hanya Akan Menimbulkan Masalah Baru?

Berita Terkait