Tersangka Kasus Kecelakaan KM SInar Bangun Bertambah

Senin, 25 Juni 2018 – 17:30 WIB
Jenderal Tito Karnavian. Foto: M. Fathra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan jumlah tersangka dalam kasus tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara bertambah. Setelah sebelumnya nakhoda Situa Sagala, kini ada tiga tersangka baru.

Menurut Tito, sikap tegas diberikan agar kasus yang menewaskan sejumlah orang ini tak terulang lagi.

BACA JUGA: Menhub Pastikan Asuransi untuk Korban KM Sinar Bangun

“Ini jadi momentum untuk memperbaiki agar tak sama selanjutnya. Kami melihat kasus ini terjadi bukan hanya kesalahan murni dari nakhoda, tapi kami kembangkan penyidikan ke sistem san manajemnnya,” kata Tito di Mabes Polri, Senin (25/6).

Ketiga tersangka baru itu adalah KS sebagai regulator di pelabuhan Simanindo Samosir, kemudian GP selaku Kepala Pos Pelabuhan Samosir, lalu RS selaku Kepala Bidang ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Samosir.

BACA JUGA: ‘Kau Bohongi Mamak Nak, Ternyata Kau Bukan ke Berastagi

“Semuanya sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Sumut, sekarang masih dalam pemeriksaan,” imbuh Tito.

Adapun bentuk pelanggaran yang dilakukan tersangka berupa perizinan dan kelayakan kapal dalam berlayar.

BACA JUGA: Basarnas Pakai Teknologi Sonar Cari Bangkai KM Sinar Bangun

“Manifesnya dan surat izin berlayarnya tidak ada. Lalu life jacket tidak ada. Nah ini bisa melanggar Pasal 360 KUHP karena lalai. Lalu tidak terpenuhannya prasyarat keselamatan kapal sesuai Pasal 302 dan Pasal 303 UU 17 tahun 2008 tentang pelayaran,” urai Tito.

Sebelumnya, kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kapal berangkat dari Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Laporan yang diterima, sebelum tiba di Dermaga Tigaras, tiba-tiba KM Sinar Bangun mengalami oleng akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Kapal tersebut akhirnya tenggelam, sedangkan penumpang panik dan banyak yang melompat ke perairan Danau Toba untuk menyelamatkan diri.(mg1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... H3 Minta Sistem Transportasi Danau Toba Diperbaiki


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler