Tertimpa Longsor, 3 Rumah di Kelurahan Pasiran Singkawang Rusak

Minggu, 28 Agustus 2022 – 16:40 WIB
Ketua Tagana Singkawang, Ferri Samson bersama anggota TNI meninjau kondisi rumah warga yang rusak akibat longsor di Kelurahan Pasiran Singkawang. (Antara/Rudi)

jpnn.com - PONTIANAK - Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Singkawang Ferri Samson mengatakan tiga rumah di Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengalami kerusakan akibat tertimpa longsor

“Tanah bukit di Kampung Batu mengalami longsor saat hujan lebat kemarin, kemudian menimpa tiga rumah warga yang berada di bawahnya," kata Ferry di Singkawang, Minggu (28/8).  

BACA JUGA: Banjir, 14 Pasien RSUD Abdul Aziz Singkawang Terpaksa Dievakuasi

Ferry menjelaskan bahwa dua rumah mengalami rusak berat, dan satu lainnya mengalami kerusakan ringan. Dia mengatakan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa itu. 

Ferry meminta warga untuk selalu waspada, mengingat intensitas curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Jika memang terjadi banjir di wilayah masyarakat bermukim, Ferry meminta agar segera menghubungi Tagana Singkawang guna mendapat pertolongan.

BACA JUGA: BPBD Aceh Utara: 2 Jembatan Penghubung Antardesa Putus Diterjang Banjir

"Banjir yang terjadi saat sekarang ini karena pergerakan air yang sangat lambat. Seperti contoh di sekitaran Masjid Raya, waktu hujan lebat siang tadi memang banjir, tapi begitu hujan sedang, sedikit-sedikit mulai kering," tuturnya.

Saat ini pihaknya juga terus memantau situasi pascabanjir yang terjadi Sabtu (27/8) kemarin. 

BACA JUGA: Ini Cara Kemang Village Mencegah Banjir

Dia berharap hujan tidak kembali lebat, agar banjir tak terjadi lagi.

Peringatan waspada banjir yang mungkin masih terjadi tersebut, juga sudah disampaikan oleh Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sutikno. 

Dia memberikan peringatan waspada banjir kepada masyarakat Kalbar, khususnya wilayah Singkawang, dan Kalimantan Barat bagian timur mengingat hujan lebat masih akan terjadi hingga satu pekan ke depan.

Waspada Banjir Susulan

Sementara itu, Pemerintah Kota Singkawang mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir dan longsor susulan. 

Pemkot Singkawang menyarankan masyarakat pindah sementara jika kondisi tidak memungkinkan.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk tetap waspada, meski saat ini kondisi air sudah surut. Bagi bapak/ibu yang tempat tinggalnya dekat dengan daerah-daerah rawan banjir atau rawan terjadi longsor agar berhati-hati dan jika perlu untuk sementara pindah dulu ke tempat yang aman," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu (28/8). 

Dia memaparkan curah hujan ekstrem yang terjadi pada Sabtu (27/8) siang hingga malam selama tujuh jam selain menyebabkan banjir, juga membuat beberapa titik longsor. Terkait hal tersebut dia sudah meminta kepala desa atau lurah dan camat serta BNPB yang dibantu TNI dan Polri untuk melakukan peninjauan di lapangan.

"Saya sudah minta camat dan lurah untuk melaporkan kondisi terkini di wilayahnya masing-masing. Kami juga sudah berkomunikasi dengan BNPB untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor di kota ini," tuturnya.

Tjhai Chui Mie juga mengatakan malam minggu tadi dirinya meninjau langsung kondisi tanggul yang jebol di Dayang Resor.

Dari pantauannya, kondisi genangan air di Jalan Raya Pasir Panjang (Depan Dayang Resor) berangsur normal.

"Saya sudah bertemu dengan pemilik Dayang Resor, menurutnya video kondisi Dayang Resor kemarin hanya berlangsung satu jam. Setelah itu normal kembali dan saat hujan sekarang pun tidak ada genangan air seperti sore kemarin," kata Tjhai Chui Mie. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler