Terungkap, Inilah Peran Haji Laba dalam Pencurian CPO di Kapal Elang Jawa I

Jumat, 26 Mei 2023 – 20:19 WIB
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Kompol Adik Listiyono mengungkap pencurian itu dilakukan oleh empat anak buah kapal (ABK) dan satu penadah, masing-masing berinisial A, FA, IK, VJ dan AW. Foto: Dok Ditpolairud Polda Kaltim

jpnn.com, JAKARTA - Ditpolairud Polda Kalimantan Timur terus mendalami kasus pencurian ratusan ton Crude Palm Oil (CPO) di atas kapal Elang Jawa I di perairan Balikpapan.

Teranyar, penyidik berhasil mengungkap peran Haji Laba dalam kasus tersebut.

BACA JUGA: Pencurian CPO Marak, Polisi Terkesan Membiarkan

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Kompol Adik Listiyono mengungkap pencurian itu dilakukan oleh empat anak buah kapal (ABK) dan satu penadah, masing-masing berinisial A, FA, IK, VJ dan AW.

Mereka menggelapkan CPO di atas Kapal Elang Jawa 1 milik perusahaan pelayaran PT Mulia Borneo Mandiri.

BACA JUGA: Bareskrim Usut Dugaan Pencurian Minyak Pertamina

Menurut Adik, peran Haji Laba dalam kasus pencurian ini adalah sebagai orang yang memberi fasilitas kapal penadah serta alat-alat yang digunakan untuk menggelapkan CPO.

"Dia mendanai si pelaku sekaligus memberikan peralatan dan sarana, seperti kapal dan segala macam. Jadi itu punya Haji Laba," kata Adik saat dihubungi wartawan, Jumat, 26 Mei 2023.

BACA JUGA: Dugaan Pencurian Minyak Menguat

Sebelum aksi dilakukan, nakhoda kapal berinisial A menghubungi AW untuk menyandarkan kapalnya ke kapal Elang Jawa 1 yang saat itu memuat ribuan ton CPO untuk di angkut ke Gresik, Jawa Timur.

Pada saat kapal penadah ini sudah ditempel, dengan waktu beberapa jam kapal penadah yang dikendalikan oleh AW menyedot CPO dari kapal Elang Jawa 1.

Adik mengatakan kapal penadah milik Haji Laba kini ikut diamankan.

"Kapal Elang Muara Jawa ini ditempel sama kapalnya yang diduga punya Haji Laba, dan kapalnya juga sudah kami amankan berdasarkan kesaksian penadah sebelumnya," ujar Adik.

Adik mengatakan Haji Laba menyerahkan diri kemarin, 25 Mei 2023, setelah penangkapan empat pelaku pencurian.

Ditpolairud Polda Kaltim langsung melakukan pemeriksaan terhadap Haji Laba dan ditemukan sejumlah alat bukti yang cukup. Haji Laba pun kini ditetapkan sebagai tersangka.

Haji Laba, kata Adik, mengaku baru kali ini melakukan perbuatannya. Meski begitu, Ditpolairud akan terus mendalami motif Haji Laba dan melacak kemungkinan adanya peran pihak lain dalam pencurian ini.

"Masih kami dalami, kalau keterangan yang bersangkutan (Haji Laba) baru kali ini, itu terus yang dijawab, tetapi kami masih dalami juga," kata Adik.

Adik menambahkan Haji Laba kini sudah ditahan di Rutan Polairud Polda Kaltim.

Sebelumnya, Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltim mengungkap pencurian dan penggelapan ratusan ton CPO atau minyak kelapa sawit di perairan Balikpapan.

Ada lima tersangka diamankan di Gresik, Jawa Timur, pekan lalu. Satu di antaranya penadah. Tersangka adalah anak buah kapal (ABK) TK Elang Jawa I yang mengangkut CPO milik PT Mulia Borneo Mandiri.

“Total 151 ton dicuri. Modusnya, kapal penadah menempel di kapal Elang Jawa,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo bersama Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltim, Kompol Adik Listiyono, Senin (22/5/2023).

Penadahnya berinisial AW. Ditpolairud Polda Kaltim berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 109 juta, handphone dan 23 segel mainhole. Adapun para pelaku beraksi pada 21 April 2023.

Kombes Yusuf menambahkan, kasus ini terus didalami dan dikembangkan oleh kepolisian. Termasuk ke mana saja CPO curian tersebut dialihkan. Dari 151 ton tersebut nilainya mencapai Rp 800 juta.

“Ada yang dijual di Kaltim dan ada yang ke luar Kaltim. Nanti perkembangan akan kami sampaikan,” paparnya.

Kapal pengangkut CPO tersebut sendiri memiliki rute ke Kalimantan Utara, kemudian ke Balikpapan untuk mengisi kembali, selanjutnya menuju Gresik.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler