Terungkap Sejumlah Fakta Menarik seputar Proyek Tol Malang - Pandaan

Jumat, 26 April 2019 – 00:30 WIB
Tol Malang - Pandaan. Foto: Galih Cokro/Jawa Pos

jpnn.com, MALANG - Beberapa fakta terkait proyek Tol Malang – Pandaan alias Mapan terungkap dalam One Day Seminar yang digelar Jawa Pos Radar Malang kerja bareng Universitas Brawijaya (UB) Selasa lalu (23/4). Mulai kesiapan beroperasi sebelum Lebaran, utang PT Jasa Marga Pandaan–Malang sebagai salah satu investor, hingga kemungkinan tarif yang ditetapkan.

--

BACA JUGA: Besok, Kupas Masa Depan Malang Raya setelah Ada Tol Mapan

KEBERADAAN tol Mapan sepertinya akan dinikmati warga Malang Raya dalam waktu dekat ini. Termasuk saat mudik Lebaran, bisa jadi tidak akan dipusingkan dengan kemacetan di jalur Lawang–Singosari. Sebab, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo mengupayakan tol yang menghabiskan anggaran Rp 9,1 triliun itu bisa dioperasikan sebelum Lebaran.

”Mengacu perencanaan, target pengoperasiannya November 2019. Tapi, kami upayakan percepatan. Mudah-mudahan seksi satu hingga seksi empat (Pandaan–Pakis), Mei sudah bisa beroperasi,” ujar Agus dalam pemaparannya di hadapan para pejabat, pengusaha, hingga akademisi yang menjadi peserta seminar bertajuk ”Tol Mapan: Solusi Baru, Harapan Baru, atau Masalah Baru?” di Guest House UB itu.

BACA JUGA: Jalur Tol Malang – Pandaan Akhirnya Digeser, Berapa Meter? Rugi Rp 450 M

Selain Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, seminar itu juga dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tiga pemda di Malang Raya. Seperti dari Pemkot Batu, Pemkot Malang, dan Pemkab Malang.

Sedangkan dari kalangan pengusaha tampak Direktur Jatim Park (JTP) 3 Suryo Widodo, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Malang Eddy Wahyono, Wasekjen Realestat Indonesia (REI) Pusat Tri Wediyanto, Sekretaris REI Malang Imam Wahyudi Prasetyawan, Wakil Ketua REI Malang Ganif Trioko, perwakilan DPW Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) Jatim, serta Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman (Apersi) Korwil Malang Doni Ganatha. Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan dan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang Wiwi Suprihatno.

BACA JUGA: Ganti Rugi Lahan Tol Malang – Pandaan, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter

Agus menceritakan, sebenarnya proyek Tol Malang – Pandaan alias tol Mapan sudah dirancang sejak lama. Salah satu konsultannya adalah (alm) Mochammad Ibnu Rubianto, bupati Malang 2000–2002.

Tapi investor yang mempunyai lisensi, yakni Setiawan Djody, terkendala mengerjakan. Akibatnya, rencana pembangunan tol Mapan mangrak. Jadi, pembangunan diambil alih pemerintah. ”Pada 2016 dilaksanakan tender tol Mapan,” kata Agus.

BACA JUGA: Ganti Rugi Lahan Tol Malang – Pandaan, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter

Ada tiga investor. Yakni, PT Jasa Marga dengan komposisi investasi 60 persen, PT Pembangunan Perumahan PP 35 persen, dan PT SMI 5 persen.

Dia merinci penggunaan dana Rp 9,1 triliun. ”Untuk konstruksinya saja menghabiskan sekitar Rp 5,9 triliun, sedangkan pembebasan lahannya sekitar Rp 3,2 triliun,” kata Agus.

Mayoritas lahan yang dibebaskan berada di wilayah Kabupaten Malang. Dari sekitar 38 kilometer panjang lajur Pandaan–Malang, hanya sekitar 800 meter saja yang berada di wilayah Kota Malang. ”Kota Malang hanya kena ujungnya saja, di Cemorokandang,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya terus menggenjot pembangunan agar selesai sebelum Lebaran Idul Fitri tahun ini. Harapan besar disampaikan pihaknya, tol Mapan bisa beroperasi hingga exit change Pakis. Namun dari data yang dipaparkan, seksi 5 Pakis masih menyisakan 45,188 persen lahan yang masih konsinyasi.

”Memang masih ada sekitar 50 bidang tanah masih konsinyasi. Uang ganti rugi sudah kami titipkan di pengadilan,” kata Agus.

Agus menyebut ada beberapa kendala. Salah satunya, ditemukan situs Sekaran di jalur tol Mapan. Tepatnya di seksi V (Pakis–Cemorokandang). ”Trase tol pun bergeser 17 meter ke arah dekat Kali Amprong,” kata dia.

BACA JUGA: Ada Tol Malang – Pandaan, Beberapa Tempat Usaha Mulai Boyongan

Dalam forum itu juga sempat disinggung kemungkinan tarif. Saat itu, Drs Krisnayana Yahya, pakar statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang juga pemateri kedua, menanyakan perkiraan tarif ke Agus. ”Kemungkinan Rp 40 ribu untuk Surabaya–Malang,” kata Agus.

Krisnayana sempat meminta Agus menurunkan tarif tol. Berdasarkan penghitungan Krisnayana, tarif tol di bawah Rp 40 ribu saja dana investasi PT Jasa Marga bisa kembali kurang dari 15 tahun. Agus tidak langsung menolak. Dia menjelaskan bahwa penentuan tarif mengacu pada penghitungan.

”Kami juga harus membayar bunga (modal pinjaman untuk mengerjakan proyek tol Mapan),” kata Agus. (jaf/c2/dan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tol Pandaan - Malang Seksi 1 – 3 Beroperasi Mei 2019


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler