Tuna Beku Moncer saat Pandemi, Madeinindonesia.com Fasilitasi Ekspor ke Vietnam

Rabu, 29 September 2021 – 19:51 WIB
Madeinindonesia.com memfasilitasi pengapalan tuna beku ke Vietnam untuk yang ketiga kalinya. Ilustrasi: Dok. JICT

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung pemberangkatan satu kontainer ikan tuna beku ke Vietnam hari ini.

Ikan tuna itu berangkat atas fasilitas dari Madeinindonesia.com pada ekspor produk perikanan.

BACA JUGA: Ratusan Perusahaan di Jababeka Siap Dongkrak Ekspor via Madeinindonesia.com

Acara pelepasan ekspor ikan tuna beku ini disaksikan oleh Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor, Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengapresiasi ekspor produk perikanan PT Harta Lautan Indonesia dalam mendorong ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar Vietnam dan negara ASEAN lainnya.

BACA JUGA: MADEININDONESIA.com Hadir Tingkatkan Ekspor Nasional

"Persaingan dan persyaratan pemasarannya sangat ketat,” ujar Didi Sumedi.

Menurut Didi, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan produk perikanan Indonesia berkontribusi terhadap penguatan perekonomian nasional.

BACA JUGA: BUMN Klaster Pangan Lakukan Ekspor Perdana Gurita ke Amerika Serikat

Didi pun menyatakan dukungannya agar ekspor bisa dilakukan secara kontinu.

“Dengan dilakukannya pelepasan ekspor ini, diharapkan dapat memacu pelaku usaha/IKM lainnya untuk lebih semangat dalam memasarkan produknya ke pasar internasional,” ungkap Didi.

Direktur Madeinindonesia.com Kemal Panigoro mengatakan platform B2B ecommerce ini akan selalu siap membantu kegiatan ekspor dari Indonesia.

Madeinindonesia siap memfasilitasi eksportir pemula maupun berpengalaman.

“Ini hal yang menggembirakan sebab pembeli sudah melakukan repeat order [mengulang pembelian] hingga saat ini sudah sampai pengiriman yang ketiga,” ungkap Kemal.

Kemal membeberkan Madeinindonesia.com merupakan gerbang satu pintu untuk ekspor.

Start up tersebut akan memfasilitasi tahapan ekspor mulai dari mencari pembeli, penyediaan logistic, sertifikasi, asuransi, perijinan hingga pembiayaan (financing).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menyatakan Kemendag mendukung e-commerce dan salah satunya adalah Madeinindonesia.com.

“Kami harapkan Madeinindonesia.com dan pelaku UKM terus meningkatkan ekspor,” tambahnya.

Marolop menjelaskan ekspor ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu bentuk pemberdayaan nelayan Indonesia. Pasalnya, ikan tersebut hasil tangkapan para nelayan yang berasal dari Pacitan, Banyuwangi dan Benoa.

Kegiatan ekspor ikan tuna sirip kuning ini terjadi berkat jejaring yang dimiliki oleh Madeinindonesia.com sebagai partner dari PT. Harta Lautan Indonesia. Melalui platform B2B ecommerce tersebut, PT Harta Lautan Indonesia bisa terhubung dengan buyer dari Vietnam.

Kadis Perindag Bali I Wayan Jarta menyambut baik langkah yang diambil Madeinindonesia.com yang membantu sektor perikanan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Provinsi Bali. “Ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi Bali, termasuk nantinya kerajinan dan pariwisata,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Juli 2021 Indonesia telah mengekspor 1,2 juta ton ikan tuna sirip kuning.

Total nilai ekspor sebesar USD 4,8 juta ke seluruh dunia. Adapun pasar utama produk ikan tuna sirip kuning Indonesia pada 2021 adalah Jepang (95,09 persen), Amerika Serikat (1,85 persen), Vietnam (1,55 persen), Australia (0,47 persen) dan Singapura (0,44 persen).

Acara pemberangkatan ikan tuna ini ditandai dengan pemecahan kendi oleh Marolop, Wayan Jarta dan perwakilan dari PT Harta Lautan Indonesia.

Acara ini turut dihadiri undangan, baik hadir secara langsung maupun secara online, termasuk perwakilan dari beberapa KBRI dan mitra strategis Madeinindonesia.com.

Bagi Madeinindonesia.com, ini adalah kontainer yang ketiga dalam dua bulan terakhir.

Ekspor tuna beku menjadi hal menggembirakan karena di tengah pandemi Covid-19 permintaan masih tetap tinggi. Untuk pengiriman ketiga ini, ikan tuna seberat kira-kira 27 ton dengan nilai sebesar USD 83 ribu. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Lepas Ekspor Perdana Pinang ke Saudi, Maringa Powder ke Hongkong dan Singapura


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler