The Emoji Movie, Tetap Laku Meski Dibenci Kritikus

Senin, 31 Juli 2017 – 12:01 WIB
Poster The Emoji Movie. Foto: Youtube

jpnn.com - Entah dosa apa yang dibawa para penggagas The Emoji Movie. Punya bekal bagus (ide, karakter yang sangat populer lantaran kita temui sehari-hari di gadget, serta bintang-bintang kelas A), film itu hancur sehancur-hancurnya di mata kritikus.

Para pengamat film bercanda dengan menyatakan bahwa Michael Bay bisa sedikit lebih tenang karena ada film yang lebih jelek daripada Transformers: The Last Knight.

BACA JUGA: Whooss...Ini 6 Pernikahan Seleb Hollywood Tersingkat

Hingga tadi malam, The Emoji Movie yang melibatkan James Corden, Sir Patrick Stewart, dan Christina Aguilera sebagai pengisi suara, hanya mendapatkan rating 8 persen di Rotten Tomatoes.

Penilaian tersebut sudah alhamdulillah karena sehari sebelumnya reviewer memberikan rating 0 persen. Di IMDb, skornya hanya 1,4 dari 10 dan Metacritic memberinya 10 persen. Sedih.

BACA JUGA: Miliuner Tiongkok Beri Sinyal Batalkan Rencana Menginvasi Hollywood

The Emoji Movie mengisahkan kehidupan di dalam Textopolis, sebuah kota di dalam smartphone. Ada banyak emoji yang tinggal di sana dan mereka hanya memiliki satu ekspresi yang ditampilkan di layar smartphone. Kecuali emoji ’’meh’’ bernama Gene (T.J. Miller) yang punya ekspresi tidak terbatas.

Kritikus menilai jalan cerita itu aneh dan terlalu imajinatif. Dialognya tidak lucu dan terkesan memaksa. Alhasil, film berdurasi 86 menit tersebut sangat membosankan.

BACA JUGA: RIP! Godfather Film Zombi George A Romero Meninggal Dunia

’’Ada banyak cara yang lebih buruk untuk menghabiskan 86 menit,’’ tulis Katie Walsh, kritikus Los Angeles Times.

’’Karena The Emoji Movie tak akan bisa lagi menjadi lebih ’meh’,’’ lanjutnya.

Latar tempat dan animasi film itu juga dirasa mirip dengan animasi Pixar Inside Out. Dengan rating PG, kritikus menilai bahwa film tersebut kurang cocok bagi anak-anak. Sebab, banyak humor kasar dan slapstick.

Terlebih, film itu menampilkan konten-konten iklan aplikasi secara eksplisit. Misalnya, Candy Crush, Spotify, dan Just Dance Now. Akibatnya, The Emoji Movie tampak seperti iklan yang dikemas menjadi sebuah film.

Meski menjadi bulan-bulanan media, tampaknya The Emoji Movie tetap banyak ditonton. Diputar akhir pekan lalu di Amerika Utara (dan Indonesia dalam waktu dekat), film tersebut diprediksi memperoleh pendapatan minimal USD 27 juta (Rp 266 miliar).

Dalam dua hari pemutaran, film yang disutradarai Tony Leondis (Kung Fu Panda: Secret of the Masters) itu sudah mengantongi USD 10,1 juta atau setara Rp 134,6 miliar. (adn/c14/na)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Spider-Man: Homecoming Dapat Sambutan Meriah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler