Thor: Ragnarok, Kiamat yang Segar dan Lucu

Minggu, 22 Oktober 2017 – 20:55 WIB
Karakter Hela di Thor: Ragnarok. Foto: Youtube

jpnn.com - Thor: Ragnarok mendapat penilaian bagus dari kritikus dan reviewer film ternama. Di Rotten Tomatoes film ketiga franchise Thor ini mendapat cap certified fresh dengan skor 98 persen.

Jika bertahan, Ragnarok akan menjadi film Marvel terbaik, mengalahkan Iron Man (2008) yang mendulang poin 94 persen.

BACA JUGA: Menyusuri Wakanda, Negeri Misterius Kandang Black Panther

Penuh aksi, drama, dan bahkan komedi. Di bawah arahan Taika Waititi, film tentang superhero dari Negeri Asgard ini terasa segar.

Waititi tidak tergolong high profile dalam urusan penyutradaraan. Thor: Ragnarok merupakan layar lebar kelimanya setelah memulai debut dengan film pendek pada 2002.

BACA JUGA: Semua Tentang Cable, Musuh Deadpool dari Masa Depan

Sampai pada musim panas 2015, dia diundang bertemu Kevin Feige, bos Marvel Studios, untuk menuangkan ide tentang film ketiga kisah Putra Odin itu.

Pada akhir pertemuan, Feige bertanya mengapa Waititi yakin mampu menggarap proyek raksasa berbujet USD 180 juta (Rp 2,4 triliun) tersebut.

BACA JUGA: Sabar Ya, Sekuel Ant-Man Baru Mulai Digarap

”Saya sudah memikirkan semua ini di kepala saya seumur hidup,” jawab Waititi. Feige menyukai jawaban itu, and the rest is history.

Ditemui saat sesi roundtable interview di Park Hyatt Hotel, Sydney, Minggu lalu (15/10), Waititi adalah orang yang menyenangkan. Jawaban dan polahnya spontan, membuat suasana langsung asyik.

Bagi dia, Ragnarok adalah kesempatan besar untuk keluar dari zona nyaman.

’’Film terakhir (Hunt for the Wilderpeople, 2016) saya buat dengan mudah dan saya merasa itu tidak baik. Saya harus mengerjakan yang membuat tidak nyaman. Ini tantangan yang saya cari,” ujar pria yang film pendek garapannya, Two Cars, One Night, masuk nominasi Academy Awards 2005 itu.

Jika di film-film sebelumnya dia sering merangkap tugas karena keterbatasan bujet, pengalaman itu tak dirasakannya lagi. Ada 1.000 orang di lokasi syuting Ragnarok yang siap menunggu arahannya.

Selain itu, sejumlah seniman digital sudah disiapkan untuk membuat adegan semakin sempurna dengan bantuan teknologi.

”Di satu sisi ini menyenangkan. Tapi, di sisi lain ini membuat kita merasa lebih malas. Saya merasa seperti, ya tenang saja menggarapnya, nanti ada yang memperbaiki kok,” ceritanya.

Meski begitu, Waititi tak mau menyiakan kepercayaan yang sudah diterima. Dia mengolah Ragnarok ini dengan cara yang berbeda dibanding Thor (2011) dan Thor: The Dark World (2013).

Diadaptasi secara bebas menurut mitologi Nordik, Ragnarok merujuk pada siklus apokaliptik (kiamat) antara kematian dan kelahiran.

”Ini adalah kelahiran secara menyeluruh, jadi saya ingin melakukan sesuatu yang unik. Kami memberikan warna baru, wajah baru, karakter paling aneh, sampai musik juga yang paling aneh,” tutur pria kelahiran Wellington, Selandia Baru, 16 Agustus 1975, itu.

Chris Hemsworth sebagai pemeran Thor mengaku menikmati kerja sama dengan Waititi. Di film ini, dia bebas berkreasi dan berimprovisasi. Hemsworth mengungkapkan, dirinya sedikit bosan menjadi Thor jika perannya begitu-begitu saja.

Dia pernah berbicara dengan Feige sebelum skenario Ragnarok dibuat. ”Saya bilang kalau kita mau bikin (Thor) lagi, kita harus membuatnya berbeda. Saya merasa banyak yang bisa kami lakukan. Sesuatu yang gila, seru, dan menantang seperti di komik. Kami perlu sutradara hebat untuk bisa mengarahkan dan Taika berhasil membawa visi itu,” ujar Hemsworth.

Banyak kejutan tak terduga dalam film berdurasi 130 menit itu. Termasuk Thor yang berubah penampilan. Selain ganti kostum, rambutnya dipangkas pendek. Dia juga kehilangan banyak hal besar dalam hidupnya.

Termasuk senjata andalan palu Mjolnir. Thor juga bakal bertarung melawan Hulk, rekan di Avengers. Tentu saja itu bukan pertarungan biasa.

Bayangkan seberapa dahsyat perkelahian yang bisa dilakukan Raksasa Hijau dengan Dewa Petir. Mark Ruffalo sebagai pemeran Bruce Banner alias Hulk mengaku sudah lama menantikan pertemuan itu.

”Saya dan Chris punya chemistry yang kuat. Sangat menyenangkan bekerja sekaligus bersenang- senang bersama Chris,” ujarnya.

Hemsworth sepakat. Menurut dia, Avengers adalah grup besar. Hampir tidak ada kesempatan bagi mereka berdua untuk berinteraksi sebelumnya.

”Padahal, Mark adalah teman yang baik. Ketika kami akhirnya melewati banyak waktu bersama, dengan cepat kami berubah seperti pasangan yang telah menikah bertahun-tahun,” ujar Hemsworth, lantas tertawa.

Hal yang paling baru dalam Ragnarok ini adalah kuatnya sentuhan komedi. Ini memang masih film action superhero. Tapi, tak ada salahnya memberikan hal-hal yang membuat penonton tertawa.

”Memotong rambut, palu yang hancur, berganti kostum. Saya memerlukan itu semua. Tapi, perbedaan terbesarnya adalah lebih banyak humor dengan petualangan lebih edan,” ujar Hemsworth.

Waititi punya alasan sendiri mengapa dirinya memasukkan unsur komedi. ”Saya sudah lama tidak melihat orang keluar bioskop dengan tersenyum. Itu mengingatkan betapa mengerikan dunia ini.

Saya jadi ingat masa kecil yang bahagia setelah melihat Back to the Future dan semacamnya. Pengalaman itu yang ingin saya berikan. Saya mau orang keluar dari bisokop seperti mereka baru menjalani petualangan yang keren,” ujar ayah satu anak itu.

Selain Hemsworth dan Ruffalo, Ragnarok yang di Indonesia mulai diputar di bioskop Rabu mendatang (25/10) itu dibintangi sejumlah artis papan atas. Ada Tom Hiddleston (Loki), Cate Blanchett (Hela), Idris Elba (Heimdall), Anthony Hopkins (Odin), Karl Urban (Skurge), Jeff Goldblum (Grandmaster), dan Benedict Cumberbatch (Doctor Strange). (*/c17/ayi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Supervillain Wanita Pertama, Sang Penghancur Palu Thor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler