Tidak Ada Kontak Tembak, Begini Kronologi Tewasnya Terduga Teroris Ahmad Gazali

Kamis, 06 Januari 2022 – 15:12 WIB
Dokumentasi empat anggota MIT Poso yang masuk dalam daftar pencarian. ANTARA/Kristina Natalia

jpnn.com, PALU - Satgas Madago Raya menyatakan tidak terjadi kontak tembak saat penyergapan salah satu anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali.

Ahmad Panjang tewas pada Selasa (4/1) setelah terkena tembakan personel Satgas Madago Raya, tanpa terjadi kontak tembak sebelumnya. 

BACA JUGA: Pasukan TNI dan Polri Terus Mempersempit Ruang Gerak DPO MIT 

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Didik Supranoto menjelaskan personel satgas saat itu tengah melaksanakan penyergapan. 

Saat itu, tim Satgas Madago Raya mendengar adanya suara gesekan dari semak dan ranting pohon.

BACA JUGA: Teroris Poso Punya Bom Berdaya Ledak Tinggi

Setelah dicek, terlihat jelas salah satu DPO yakni Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali.

"Jadi, begitu kelihatan, kami langsung ambil tindakan melumpuhkan," katanya di Palu, Kamis (6/1). 

BACA JUGA: 2 Srikandi TNI dan Polri Turut Bergabung dalam Operasi Madago Raya di Poso 

Tim meyakini bahwa di lokasi kejadian itu terdapat satu DPO lain yang bersama Ahmad Panjang. 

"Kemarin, diyakini bahwa mereka itu tidak bergerak sendiri. Pasti tidak mungkin si itu bergerak sendiri. Lebih dari satu orang, cuma yang satu tidak terlihat," kata Didik.

Dia menambahkan bahwa saat kejadian DPO disinyalir tengah mencari atau menunggu kebutuhan logistik yang disuplai.

Namun, kata dia, yang terlihat saat itu cuma satu orang yang diduga hendak menjemput logistik. “Kemungkinan dia mengambil logistik. Ngapain dia jalan-jalan kalau tidak ada kepentingan,” ujar Kombes Didik Supranoto. 

Ahmad Panjang alias Ahmad Gazali tewas setelah ditembak tim Satgas Madago Raya, Selasa (4/1). 

Hal itu dipastikan setelah keluarnya hasil autopsi yang dilakukan oleh tim DVI Polda Sulteng, Selasa malam. 

Ahmad Panjang tewas tertembak beberapa kali di bagian badan.

Jasad DPO ini dimakamkan di TPU Poboya, Kota Palu, Sulteng, dan disaksikan keluarganya dari Sulawesi Selatan, Rabu (5/1).

Puluhan barang bukti diamankan dari DPO Ahmad Gazali yang tewas tertembak oleh Tim Sogili, di Desa Dolago, Kabupaten Parigi Moutong.

Satgas Madago Raya mengamankan sebuah parang dan bom, pakaian, alat masak, bumbu dapur, senter, baterai, obat-obatan, perlengkapan kemping, korek, dan uang tunai Rp 202.200. (antara/jpnn) 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler