Tidak Perlu ke Thailand untuk Berwisata Anggrek, Cikampek Juga Banyak Jenisnya

Jumat, 07 Juni 2019 – 09:47 WIB
Cikampek memiliki ratusan jenis anggrek cantik. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Untuk menikmati anggrek, tidak perlu lagi menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah guna mengunjungi Thailand dan Singapura. Paslanya, di Cikampek kita bisa melihat ratusan jenis anggrek cantik.

Di Cikampek terdapat beragam jenis anggrek seperti anggrek bulan, anggrek hitam, anggrek kasut kumis, anggrek kebutan, anggrek sendok, anggrek bulan bintang, anggrek kerlip, anggrek jamrud, anggrek phaleonopsis, dendrobium, vanda douglas, oncidium dan lain-lain. Bahkan guna memperindah nuansa ngabuburit, pengunjung bisa bertandang ke sini.

BACA JUGA: Kementan Terus Perbaiki Kendala Program AUTP dan AUTS/K

BACA JUGA: SAH! Banding Ditolak, Bule Inggris Resmi Divonis 6 Bulan Penjara

PT. Ekakarya Graha Flora menghadirkan lahan pembibitan yang menyuguhkan aneka ragam jenis bunga anggrek. Tempat pembibitan atau perbenihan anggrek berada di Cikampek Pusaka, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang - Jawa Barat.

BACA JUGA: Nanas Organik Madu Galang Mempawah yang Menjanjikan

Di lahan seluas 26 hektare ini, pengunjung bisa menikmati beragam jenis bunga anggrek yang seluruhnya produk lokal, tak satu pun berasal dari luar negeri.

Sebagai informasi, sentra anggrek terdapat di Cianjur, Tangerang Selatan, Bogor, Karawang, Batu, Karanganyar dan beberapa daerah lain dengan produksi anggrek 2018 sebanyak 24,7 juta tangkai.

BACA JUGA: Ziarah ke Makam Bu Ani, SBY Membawa Anggrek Ungu dan Bunga Berwarna Merah, Begini Maknanya

Bunga-bunga yang ada di kebun ini tertata rapi di persemaian dengan pengelolaan profesional dari tangan - tangan yang ahli di bidang florikultura.

"Pegawai kami adalah orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing. Kami mengedepankan profesionalime kerja," ujar Kepala Bagian Phalaopsis, Jessica.

Sembari ngabuburit, Dirjen Hortikultura Suwandi mengungkapkan bahwa ke depannya budidaya tanaman hias ini akan semakin diminati petani karena hasilnya sangat menjanjikan, apalagi pangsa pasarnya terbentang dari Asia Tenggara hingga Eropa.

Di sela - sela kunjungannya, Suwandi menambahkan, "Volume ekspor anggrek 2018 sebanyak 51,9 ton senilai Rp 4,91 miliar. Volume ekspor naik 19,4 persen dan nilai naik 16,35 persen dibandingkan ekspor 2017. Tujuan ekspor ke Jepang, Korea, Singapore, New Zealand, Netherland dan lainnya."

Tidak perlu khawatir jika berkunjung ke Ekakarya Graha Flora, karena pihak pengelolah siap sedia mengantar dan menjelaskan pertanaman anggrek ini. Termasuk penjelasan bangunan yang menyajikan aneka ragam bunga tersebut. Bangunan berbentuk menyerupai tenda (green house) itu menyimpan beraneka ragam bunga anggrek. Beberapa di antaranya tampak sudah bermekaran.

"Jika berbicara soal harga, maka di sini masih terjangkau. Anggrek bulan mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jumlah dan jenisnya, sedangkan anggrek dendrobium paling murah seharga Rp 40 ribu," terang Suwandi.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Genjot Produksi Pertanian via Program PKBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler