Tidur di Tanah Kuburan, Korban Gempa Cianjur: Sudah Enggak Ada Tempat Lagi

Rabu, 23 November 2022 – 17:38 WIB
Seorang anak duduk di atas makam yang dijadikan tempat pengungsian penyintas gempa 5,6 magnitudo di Kabuten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

jpnn.com, CIANJUR - Tanah tempat permakaman umum (TPU) Kampung Rawa Cina, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dijadikan lokasi mengungsi korban gempa.

Sekitar enam tenda ukuran sedang hingga besar berdiri di atas tanah TPU.

BACA JUGA: Korban Gempa Cianjur Minta Bantuan di Jalan

Tenda itu didirikan warga secara mandiri sebagai tempat pengungsian karena tidak memiliki tempat yang memadai.

Lokasi tersebut berada di Jalan Kampung Rawacina Kaler. Sepanjang jalan rumah warga banyak yang ambruk.

BACA JUGA: Putri Candrawathi Masih Sempat Ingat Ada Rp 200 Juta di Rekening Brigadir J

"Sudah enggak ada tempat lagi, ini satu-satunya tempat yang bisa digunakan mengungsi,” kata Omay (54), Ketua RT 02 RW 16 Kampung Rawa Cina, Kecamatan Nagrak ditemui di lokasi, Rabu.

Pantauan di lokasi, warga korban gempa memanfaatkan lahan kosong di tanah kuburan itu untuk mendirikan tenda pengungsian seadanya, beralaskan terpal membentang di atas tanah kuburan.

BACA JUGA: Hati-Hati Penipuan Berkedok Travel Umrah, Korbannya Sudah Banyak

Di samping tenda-tenda pengungsian itu terdapat kuburan-kuburan yang bernisan, hingga kuburan baru yang masih basah tanahnya.

Menurut Omay, warga korban gempa yang meninggal dunia juga dimakamkan di lokasi tersebut.

"Ada sebelas kuburan baru, semuanya korban gempa yang meninggal," ujarnya.

Omay menyebutkan ada sekitar 200 jiwa warganya dan dari RT 03 yang mengungsi di tanah kuburan tersebut.

Menurut dia, posko pengungsian yang didirikan baik oleh Polri, sukarelawan hingga Kementerian Sosial terlalu jauh untuk dicapai.

Selain itu, warga juga masih khawatir dengan harta bendanya yang berada di rumah.

“Susah kalau di posko itu, enggak ada kamar mandinya juga,” kata Omay.

Omay mengatakan dia dan warganya sudah berada di tenda pengungsian itu selama tiga hari sejak gempa Senin (21/11).

Kondisi di tenda minim dengan penerangan, karena aliran listrik di wilayah tersebut belum menyala.

Untuk membantu warga di Kampung Rayacina, Polri menurunkan anggota Brimob dari Resimen II Pelopor Kedung Halang Bogor untuk mendirikan tenda peleton.

Sebanyak 30 personel Brimob Resimen II Pelopor mengirimkan dua unit tenda pleton yang mampu menampung 30 orang dalam satu tenda.

“Ada dua tenda pleton yang kami pasang di lokasi untuk warga bisa lebih nyaman mengungsi. Karena ini hari hujan, warga masih banyak yang bertahan di pinggiran jalan dekat rumahnya,” kata Komandan Pleton SAR (Danton) Resimen II Pasukan Pelopor Korp Brimob Ipda Sutrisno. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah Korban Meninggal Gempa Cianjur Bertambah


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler