Tiga Jenazah TKI Lagi Siap Dipulangkan dari Malaysia

Kamis, 28 Juli 2016 – 21:28 WIB
TKI. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Pemerintah sudah mulai memulangkan korban meninggal dari insiden tenggelamnya kapal jalur tikus di perairan Johor, Malaysia. Sembilan jenazah sudah teridentifikasi.

Selain enam jenazah yang telah tiba di Indonesia kemarin (27/7), Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Johor Bahru berhasil mengidentifikasi tiga korban lagi dan bersiap melakukan pemulangan.

Konsul Jenderal RI di Johor Bahru Taufiqur Rizal menyatakan, tiga jenazah yang baru teridentifikasi adalah korban yang berasal dari Pulau Madura.

BACA JUGA: Pengamat: Pelaksanaan UU Tax Amnesty di Tangan Sri Mulyani Diyakini Sukses

Dua jenazah diketahui merupakan pasangan suami istri asal Desa Paseraman, Sumenep, yakni Salim, 32, dan Farida, 30. Satu jenazah lainnya adalah Modekkir, 38, asal Desa Balaban, Pamekasan.

 "Hari ini mereka sudah kami pindahkan dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur. Esok harinya kami akan terbangkan ke Surabaya," jelasnya kemarin.

Sebelumnya Taufiq, sapaan Taufiqur Rizal, mengungkapkan, sudah ada enam jenazah lain yang dipulangkan dan tiba kemarin.

BACA JUGA: Honoris: Perjanjian Internasional Tentang Perompakan Harus Segera Diratifikasi

 

Antara lain Trisha Manulang dan Fatimah asal Medan, Yolanda Alinda Seran dan seorang bayi perempuan asal NTT, Rusida asal Sumenep, dan Sakmah asal NTB. Kini tinggal jenazah satu perempuan dan lima laki-laki yang belum teridentifikasi.

Selain itu, lanjut Taufiq, pihaknya ikut berupaya memulangkan 34 WNI overstayer yang juga menjadi korban selamat dari kecelakaan kapal tersebut.

BACA JUGA: Reshuffle Kedua Kukuhkan Jokowi Bukan Petugas Partai Lagi

Sesuai dengan hasil pertemuan otoritas setempat, mereka memang bakal dipulangkan tanpa harus melewati persidangan atau hukuman apa pun. Pihak KJRI pun sudah diminta menyiapkan dokumen persyaratan pemulangan.

 "Proses yang harus dilalui hanyalah di jaksa penuntut umum. Menurut mereka, akan selesai dalam dua tiga hari ke depan," jelasnya.

Taufiq pun terus mengimbau WNI overstayer lainnya segera mengikuti program pengampunan jika memang ingin kembali ke Indonesia.

"Program ini hanya membutuhkan sekitar 900 ringgit (Rp 2,8 juta). Kalau denda normal bisa mencapai 3 ribu ringgit (Rp 9,6 juta) per bulan," pungkasnya. (bil/c9/agm/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kenakan Gamis Putih, Freddy Budiman Tetap Tenang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler