Tiga Penambang Emas Tewas di Lubang Tambang

Selasa, 06 Januari 2015 – 12:03 WIB

jpnn.com - CIBEBER – Tiga penambang emas tewas di lubang galian tambang di daerah Kadu Kalahang, Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Minggu (4/1).

Diduga ketiganya tewas akibat menghirup gas beracun di dalam lubang tambang sedalam sekitar 50 meter itu. Ketiga korban yakni  Adwa (42), Enday (40) dan Andi (35) yang merupakan warga Kampung Langkob, Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber.

BACA JUGA: DPRD Kaltara Siap Perjuangkan Status Otonomi Khusus

Radar Banten (Grup JPNN.com) mewartakan, tewasnya ketiganya terjadi sekira pukul 11.30, WIB saat sedang menambang di lubang emas milik Haji Agus, warga Kampung Pasir Angin, Desa Cinangga, Kecamatan Bayah.

Kejadian tragis itu bermula saat ketiga korban hendak menggali batu berkadar emas di lubang di kedalaman sekira 50 meter.

BACA JUGA: Menteri Yuddy: Cirebon Harus jadi Poros Maritim Nusantara

Salah satu korban yakni Adwa dengan membawa alat seadanya turun duluan untuk mengecek keadaan lubang tambang. Namun, setelah beberapa menit Adwa tak kunjung keluar dari dalam lubang dan keadaan lubang mendadak sepi.

Karena curiga, Enday dan Andi yang menunggu di mulut lubang berteriak memanggil Adwa yang berada di dalam lubang.

BACA JUGA: Bentrok Lagi, Dua Karyawan PTPN Disabet Kelewang

Namun, teriakan Enday dan Andi tidak mendapat balasan. Curiga terjadi sesuatu kepada temannya, Enday dan Andi ikut turun ke dalam lubang guna mengecek keadaan Adwa.

Namun, nahas saat masuk ke dalam lubang Adma, Enday dan Andi meregang nyawa karena diduga menghirup gas beracun.

Mengetahui ada yang tidak beres di dalam lubang tambang milik Haji Agus, penambang lain yang tak jauh dari lokasi kejadian berusaha melakukan pertolongan. Namun, saat dievakuasi ketiga korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Saat kita evakuasi, ketiga korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Kemungkinan, mereka tewas karena menghirup gas beracun,” kata seorang warga Desa Warung Banten yang minta namanya dirahasiakan.

Kepala Puskesmas Cibeber Erwan Susanto mengatakan ketiga warga itu sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Namun, saat hendak dilakukan tindakan medis ketiga korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Saat dibawa ke sini (puskesmas) sudah dalam keadaan tak bernyawa,” aku Erwan.

Terpisah, Kapolsek Cibeber AKP Chotim mengatakan, dugaan sementara, ketiga korban tewas akibat menghirup gas beracun. Namun mengetahui lebih lanjut penyebab kejadian tersebut, lanjut dia, institusinya tengah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

Saat ini aktivitas penambangan di Blok Pasir Suung itu dihentikan karena selain tidak mengantongi izin kegiatan telah menelan korban jiwa.

“Sementara kegiatan kami hentikan guna kepentingan penyelidikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, hampir satu tahun terakhir sudah puluhan nyawa warga yang melayang di lokasi penambangan liar di Kecamatan Cibeber. Ironisnya, meski sudah banyak warga yang menjadi korban, namun aparat berwenang tidak pernah melakukan penertiban.

Ada beberapa wilayah di Kecamatan Cibeber yang kini dijadikan lokasi peti yakni Blok Cirotan, Cibanteng, Pasir Gombong, Pasir Suung, Cikoneng dan Blok Cikidang.(jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Ciri-ciri Pembunuh Janda Cantik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler