Tiga Pesan Jubir Wapres untuk Warga yang Kukuh Salat Id di Masjid dan Lapangan

Kamis, 21 Mei 2020 – 19:28 WIB
Ilustrasi warga salat id di Istiqlal. Foto: Andrian Gilang/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin sampai saat ini masih terus mengimbau masyarakat untuk menjalankan ibadah salat Idulfitri di rumah masing-masing.

Masyarakat disarankan untuk tidak berkumpul beramai-ramai menjalankan salat Id di masjid maupun lapangan.

BACA JUGA: Tegur Kepala Daerah yang Beri Izin Salat Id di Masjid, Ganjar: Itu Potensi Membahayakan

Namun, masih ada beberapa wilayah yang tetap akan menjalankan salat id bersama di masjid dan tidak menghiraukan imbauan pemerintah tersebut.

Menanggapi itu, Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi kembali mengingatkan masyarakat untuk berpartisipasi mencegah sekaligus memutus penyebaran covid-19 dengan mengikuti imbauan pemerintah.

BACA JUGA: Pemerintah Minta Salat Id Tidak Dilaksanakan di Masjid atau Lapangan

Cak Duki, sapaan Masduki, mengungkapkan tiga pesan khusus untuk umat muslim yang akan merayakan Idulfitri 1441 H mendatang.

Pertama, dia mengatakan sudah sangat jelas ada fatwa-fatwa yang seharusnya diikuti umat muslim tanah air.

BACA JUGA: Gubernur Sumbar Izinkan Salat Id Berjemaah, dengan Catatan

"Menurut saya sebaiknya, seorang muslim yang baik itu mengikuti fatwa-fatwa yang sudah dikemukakan baik oleh MUI atau NU atau Muhammadiyah, yang intinya sebaiknya salat Id di rumah," kata Cak Duki saat dihubungi JPNN.com.

Dia mengingatkan masih ada bahaya corona yang menghantui Indonesia saat ini. Meski tidak terlihat tetapi semua sadar bahwa virus ini sangat berbahaya.

"Kemudian ada satu kaidah fikih yang menyebutkan jika diartikan dalam bahasa Indonesia mendahulukan untuk mencegah bahaya itu lebih penting. Kita beribadah di tempat tertentu itu memang bagian dari kesalehan kita. Tetapi jika ada bahaya yang mengancam kita bisa melakukan di tempat lain, seperti di rumah. Itu lebih bagus. Itu harus didahulukan. Sekarang kan yang terancam jiwa dalam inti ajaran agama, menjaga jiwa, menyelamatkan kematian dari bahaya itu lebih utama. Atas dasar itu fatwa-fatwa itu," jelasnya.

Kedua, Cak Duki meminta masyakat taat imbauan pemerintah demi kebaikan bersama agar tidak makin banyak yang terjangkiti covid-19.

"Wajib, sepanjang pemerintah tidak mengajak kepada hal-hal yang tidak baik, kemungkaran dehingga demikian sebaiknya salat di rumah saja," tegasnya.

Ketiga, Cak Duki juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung berpuas diri karena wilayah tempat tinggal sudah zona hijau.

Meski zona hijau, dia tetap menyarankan salat id ada baiknya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Apalagi kini, jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang belum menjalani tes covid-19 masih banyak dan berbaur dengan masyarakat sehingga sangat diimbau untuk tetap social distancing, physical distancing dan menghindari keramaian serta berkumpul dalam jumlah banyak.

"Orang-orang yang mengganggap dia sudah zona hijau, itu belum zona hijau dalam arti yang sebenarnya. Karena belum dilakukan PCR test secara masif di setiap titik. Data-data seluruh provinsi posisinya dalam konteks pandemi itu masih di atas 1 jadi belum nol," pungkas Cak Duki. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler