Tiga Produk Perikanan Tembus Pasar Ekspor, Berbagai Negara Ini Jadi Peminat

Selasa, 09 Maret 2021 – 23:39 WIB
Tiga produk perikanan tembus pasar ekspor dibantu oleh Bea Cukai. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelautan, terutama sektor perikanan laut dan produk perikanan.

Hal itu dibuktikan oleh adanya tiga ekspor perdana produk perikanan telah terlaksana di tiga daerah, Minahasa Utara, Nunukan, dan Tual.

BACA JUGA: Bea Cukai Bantu Tiga Komoditas Daerah Go Internasional, Ini Daftarnya...

Salah satu industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, UD Tomini Bay Seafood, membawa produknya menembus pasar Amerika Serikat dengan bantuan Bea Cukai Bitung.

Perusahaan tersebut mengekspor 16,7 ton ikan tuna beku pada 4 Maret 2021 melalui Pelabuhan Hub International Bitung.

BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok dan Miras Ilegal di Dua Lokasi

Kepala Produksi UD Tomini Bay Seafood, Stofel Demus, mengapresiasi Bea Cukai Bitung yang telah memberikan asistensi dan memfasilitasi ekspor.

"Kami sangat berterima kasih. Kami rasakan sendiri saat mengurus ke Bea Cukai, sudah banyak perubahan. Banyak memberi bantuan yang memang nyata. Saya bersyukur, senang, dan bangga dengan Bea Cukai," ujar dia.

Ke depannya, dia berharap agar perusahaan dapat terus melanjutkan ekspornya.

Harapan yang sama dilontarkan Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Agung Riandar Kurnianto, yang berharap langkah perusahaan tak berhenti sampai di sini.

Ekpor berkelanjutan oleh IKM akan mendukung peningkatan nilai ekspor.

"Sebagai wujud pemulihan ekonomi nasional dan dapat memaksimalkan Pelabuhan Hub International Bitung sebagai pintu kegiatan ekspor ke depan," kata dia.

Ekspor perdana lain, dari Nunukan, Bea Cukai melalui layanan klinik ekspor telah memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa dalam mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang ekspor.

Bea Cukai Nunukan bersama Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan Pemerintah Kabupaten Nunukan (Dinas Perdagangan dan Dinas Perikanan) meresmikan ekspor perdana komoditas hasil perikanan.

"Layanan tersebut pun membuahkan hasil ketika pada 3 Maret 2021 lalu," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, M. Solafudin.

Dia juga mengatakan ekspor perdana komoditas hasil perikanan yang diberangkatkan dari Pelabuhan SKPT Sebatik, Sei Pancang ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi pengusaha-pengusaha yang lain untuk turut ekspor.

“Kegiatan ekspor perdana diharapkan menjadi pembuka jalan bagi eksportir komoditi perikanan lainnya agar berani ekspor, serta melakukan dan mengembangkan usaha dengan legal, demi mendukung program pemulihan ekonomi nasional pemerintah,” kata dia.

Tak hanya di Minahasa Utara dan Nunukan, Kepala Kantor Bea Cukai Tual, Hari Setiayadi menyatakan, ekspor komoditas produk perikanan juga dilakukan pada 27 Februari 2021 lalu. Hal tersebut diyakini terlaksana sebagai hasil dari sebuah inovasi pelayanan kemudahan ekspor dengan nama "LAPOR BC Tual".

“Inovasi pelayanan tersebut kami berikan dalam rangka menjalankan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dan mendorong tumbuhnya ekportir baru di Tual. Sebagai hasilnya, di awal tahun kami telah membantu PT Indo Marine Fish mengekspor ikan kerapu hidup ke Hongkong,” ungkap Hadi.

Ia menambahkan kegiatan ekspor perdana di awal 2021 tersebut merupakan sinergi yang baik antar instansi dan diharapkan dapat meningkatkan devisa ekspor dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Bea Cukai Tual akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua instansi, baik Karantina, PSDKP, dan dengan para pelaku usaha dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah melalui upaya peningkatan ekspor langsung dari kota Tual,” tutup dia. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler