Tiga Tahun Murid Belajar di Lantai

SD Neuheun Bantuan Tiongkok Minim Fasilitas

Jumat, 09 September 2011 – 10:32 WIB

ACEH BESAR-Setiap hari murid Sekolah Dasar (SD) Neuheun, Ladong Aceh Besar, duduk di lantai (ubin) untuk belajarPadahal SD tersebut adalah bantuan dari masyarakat Tiongkok pasca tsunami

BACA JUGA: Pemprov Jabar Tambah Subsidi Pendidikan Rp 11 M



Pantauan wartawan di lokasi, minimnya fasilitas SD Neuheun sudah berjalan tiga tahun
Namun murid yang umumnya korban gempa dan gelombang tsunami 26 Desember 2004 lalu tetap menimba ilmu di sekolah tersebut

BACA JUGA: Salurkan Rp 471 M untuk Berantas Buta Aksara



"Kami sudah sampaikan kepada dinas pendidikan di Aceh Besar, namun, hanya janji-janji saja yang kami dengar realisasinya sampai saat ini tidak ada," ujar Rahmayani salah seorang guru sekolah itu.

Secara terpisah, Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud dikonfirmasi kemarin, mengakui bahwa SD Neuheun dibangun bantuan asing
Hanya saja, perlengakapan meja dan kursi tidak disediakan sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.

Tetapi, katanya, selama ini memang tidak diplotkan anggaran untuk pengadaan kursi dan meja belajar

BACA JUGA: Butuh Penambahan 175 Ribu Insinyur Pertahun

Lagi pula waktu itu belum banyak murid yang belajar hanya belasan orang saja, dan penduduk belum banyak sehingga belum bisa dibuka ruang belajar.

Karena di komplek semakin hari penduduk terus bertambah, akhirnya murid sekolah menjadi bertambah sehingga untuk belajar perlu ada fasilitas dan inilah yang mungkin menjadi kendalanya"Kita sudah bicarakan dengan kepala sekolah, kalau tahun ini akan diusahakan mobilernya, kalaupun tidak maka tahun depanlah," demikian Bukhari

Seperti diketahui alokasi anggaran pendidikan di Aceh setiap tahunnya berlimpah dan untuk tahun ini saja mencapai Rp 801 miliarSayangnya SD Neuheun tak kebagian mendapatkan kucuran anggaran, walau hanya sekedar membeli meja dan kursi muridnya

Akibat minimnya fasilitas yang dimiliki SD Neuheun, banyak orang tua murid memindahkan anaknya ke sekolah lain"Dari sembilan ruangan hanya tiga yang bisa digunakan," tukas Kepala sekolah  SD Neuheun Fadlun, Spd

Selain mengeluhkan tidak memiliki mobiler, Fadlun juga mengaku risau dengan tangan-tangan jahil yang tega menjarah fasilitas yang ada di sekolahnya seperti pintu, bola lampu, listrik juga tidak dapat digunakan karena banyak perangkatnya juga ikut dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
(imj/slm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 30 Persen Melek Huruf Balik Lagi Buta Huruf


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler