Tiga Tips Mendikbud agar Siswa Unggul di Zamannya

Kamis, 08 September 2016 – 08:42 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto Raka Denny/Jawa Pos/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan tiga fokus yang menjadi perhatian untuk membantu siswa unggul di zamannya.

Yakni percepatan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pengembangan Pendidikan Vokasi, dan Realisasi Pendidikan Karakter.

BACA JUGA: Profesor Hasriadi: IPK 4,0 tak Ada Gunanya kalau...

“Pada fokus percepatan KIP ini perlu dilakukan dengan segera sebagai upaya untuk menghindari terjadinya generasi putus sekolah," kata Mendikbud dalam pernyataan resminya, Rabu (7/9).

Percepatan penyaluran KIP ini, kata Muhadjir, sebagai wujud membantu pendidikan bagi anak tidak mampu usia 6-21 tahun.

BACA JUGA: Bupati Larang Guru Beri PR kepada Siswa

“Termasuk di dalamnya untuk menjaring anak-anak yang sudah tidak sekolah dapat kembali ke sekolah. Ini menjadi kewajiban pemerintah menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah. Dengan begitu kita dapat membantu mereka menjadi anak yang unggul,” papar Muhadjir.

Selain penyediaan akses pendidikan, pemerintah juga harus bisa melihat kebutuhan zaman melalui pendidikan. Untuk menjawab kebutuhan zaman khususnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki dunia kerja, Kemendikbud akan lakukan pengembangan terhadap pendidikan vokasi.

BACA JUGA: Siswa Miskin Belum Terima KIP? Buruan Daftar Sampai 30 September

“Kami akan tekankan pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja di usia produktif. Karena ketika Indonesia mencapai usia 100 tahun yakni di tahun 2045, anak Indonesia bisa menjadi generasi berdaya saing,” jelas Muhadjir.

Dalam menyiapkan generasi muda unggul dan berdaya saing, Muhadjir mengatakan perlu diterapkan pendidikan karakter. Penekanan pendidikan karakter akan dilakukan pada jenjang pendidikan dasar yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebanyak 70 persen pendidikan karakter untuk jenjang SD, dan 60 persen jenjang SMP.

Implementasi pendidikan karakter, menurut Muhadjir, harus mengedepankan potensi lokal. ‎(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekolah Lima Hari Ternyata Menyenangkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler