Tiket Pesawat Mahal, PHRI Menjerit

Senin, 18 Februari 2019 – 10:49 WIB
Bagasi Pesawat. ILUSTRASI. Foto: Pixabay.com

jpnn.com, BALIKPAPAN - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Ruhip mengatakan, Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kalimantan Timur harus serius menggeliatkan sektor pariwisata jika ingin memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) lain.

Menurut Sahmal, selama ini pemda belum banyak menunjukkan rencana kerja atau rancangan pembangunan pariwisata di Balikpapan.

BACA JUGA: Harga Turun, Pemesanan Tiket Pesawat Mulai Normal

“Pariwisata seperti apa yang mau ditampilkan di Balikpapan? Membangun infrastruktur untuk pariwisata juga tak semudah yang dipikirkan. Apa pariwisata yang bisa dijual di Balikpapan?” kata Sahmal, Minggu (17/2).

Menurut Sahmal, pada awal tahun ini bisnis hotel di Balikpapan mengalami kelesuan yang cukup signifikan karena berkurangnya wisatawan yang datang.

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal, Liburan ke Luar Negeri Lebih Murah

Harga tiket pesawat dan tarif bagasi yang cukup mahal juga memiliki pengaruh besar.

“Ini bisa dilihat dari beberapa kota besar ketika tanggal merah lalu. Dari info teman-teman tidak seramai hari libur biasanya,” ungkap Sahmal

BACA JUGA: Pertamina Jangan Monopoli Bisnis Avtur

Sahmal menilai, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya berimbas pada menurunnya okupansi penumpang, tetapi juga okupansi barang.

Pasalnya, pelaku usaha masih terbebani dengan tingginya bagasi yang dikenakan.

Bahkan, sambung Sahmal, turunnya okupansi ini juga menjadi keprihatinan PHRI secara nasional akibat tingginya biaya tiket pesawat.

Permasalahan tersebut sempat dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Jakarta.

Selain bisnis perhotelan yang melesu, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Balikpapan juga mengalami kendala pengiriman ke daerah lain.

Profit yang ditargetkan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin tidak tercapai.

Alhasil, sektor ekonomi kreatif di Balikpapan juga cenderung stagnan.

“Kehadiran biaya bagasi itu juga membuat okupansi hotel di Balikpapan pada awal tahun ini menurun. Jadi lebih sepi. Orang yang datang ke Balikpapan pun tak mau banyak belanja karena tidak mau bayar bagasi,” terang Sahmal. (aji/ndu/k18)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Harga Tiket Pesawat, Budi Minta Garuda Konsisten


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler