Tim Crisis Center Kemenpar Pastikan Pariwisata Aceh Tetap Normal

Kamis, 08 Desember 2016 – 20:52 WIB
Museum Tsunami di Banda Aceh. Foto: Ratyat Aceh/JPNN

jpnn.com -  JAKARTA  – Apa kabar pariwisata Nangroe Aceh Darussalam (NAD)? Pengumuman World’s Best Halal Tourism Award 2016 dari Abu Dhabi pada Rabu (7/12) pukul 21.30 WIB membawa angin optimisme.

Aceh memperoleh World’s Best Airport for Halal Travellers 2016 untuk Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan World’s Best Halal Cultural Destination 2016. Dua prestasi dunia yang amat membanggakan, sekaligus menjadi penghibur tatkala provinsi berjuluk Serambi Mekah itu tertimpa musibah gempa bumi.

BACA JUGA: Waspada, Ada 67 ODHA di Tegal Pelanggan PSK

Ya, gempa mengguncang Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen, Pidie, sekitar 168 kilometer dari Banda Aceh, ibu kota Provinsi NAD pada Rabu (7/12) pagi. Pusat gempanya memang jauh dari destinasi wisata di Aceh.

Namun,  Kementerian Pariwisata tetap menurunkan Tim Crisis Center. “Kami sudah mengumpulkan informasi, baik dari data primer maupun sekunder, terutama yang terkait dengan pariwisata,” ujar Harry Waluyo, Ketua Tim Crisis Center Kemenpar RI.  

BACA JUGA: Tok... Tok...Tok... Mantan Dirut RSUD Batam Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Hasilnya, sejauh ini untuk top 10 destinasi wisata di Aceh kondisinya aman. Suasana masyarakat, aktivitas keseharian di Banda Aceh juga sudah normal kembali.

“Kota hanya merasakan getaran saja. Bandara utama Sultan Iskandar Muda juga telah kembali beroperasi kemarin pagi. Tadi setelah dilakukan pengecekan oleh otoritas bandara, semua aman,” kata Harry.  

BACA JUGA: Ini Keluhan Hulman Sitorus Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir

Tinggal di lokasi yang dekat dengan pusat gempa saja yang masih dalam proses evakuasi dan penangan korban pasca-gempa. Tapi dari informasi yang dikumpulkan Tim Crisis Center juga tidak ada potensi tsunami ataupun gempa susulan.

“Karena itu, tidak ada tamu hotel yang check out lebih cepat, atau terjadi cancellation bagi yang sudah booking karena kepanikan. Semua sudah normal,” ungkapnya.

Hal itu diperkuat oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi. Dia memastikan situasi benar-benar sudah pulih dari kekhawatiran dan kepanikan.

“Karena itu, kami berharap warga dan wisatawan tidak perlu takut dengan ancaman tsunami, karena sejauh ini tidak ada rekomendasi untuk menghindari wisata pantai. Silakan, berwisata di pantai, aman kok. Silakan berwisata ke Aceh,” jelas Reza Pahlevi.

Pemerintah memang makin cepat dan sigap menangani proses evakuasi dan penanganan korban pasca gempa sebesar 6,5 SR itu. Sejak 7 Desember, ketika peristiwa alam itu terjadi, sudah dilakukan gerakan.

Bahkan pada Kamis (8/12) pagi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberangkatkan 218 anggota Satgas kesehatan TNI yang akan diperbantukan untuk menangani korban gempa. Selain itu, Jenderal Gatot  juga berangkat ke Aceh untuk memantau dan memastikan proses evakuasi korban berjalan lancar.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hulman Sitorus, Pemenang Pilkada 2016, Meninggal Dunia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler