Tim Investigasi Surat Suara Tercoblos Temui Kendala di Malaysia, Ini Sebabnya

Sabtu, 13 April 2019 – 17:47 WIB
MENELITI: Petugas KPU sedang melakukan validasi nama-nama caleg di dumi surat suara yang akan dicetak untuk Pemilu 2019. Foto: Mifathul Hayat/JawaPos.com

jpnn.com, JAKARTA - Tim investigasi gabungan bentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dikirim ke Malaysia untuk mengusut surat suara tercoblos di Selangor menemui kendala. Sebab, tim investigasi kesulitan mengakses barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, tim investigasi belum bisa masuk ke TKP. Menurutnya, lokasi TKP sudah dipasangi garis polisi.

BACA JUGA: Tersangka Pimpin Bawaslu Papua Barat, Paul Finsen Pertanyakan Kinerja DKPP dan Bawaslu

“Kami sangat berharap itu bisa selesai segera mungkin (sebelum 17 April),” ujar Fritz di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4). Baca juga: Komentar Suhu Intelijen soal Surat Suara Pemilu 2019 Tercoblos di Selangor

Karena itu, kata Fritz, upaya tim investigasi memasuki TKP memerlukan upaya diplomatik. “Kami akan melakukan cara-cara secara diplomatik hari ini agar Bawaslu dapat melakukan pengecekan terhadap suara-suara tersebut untuk memberikan kepastian apakah itu memang benar surat suara yang menjadi milik KPU,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ada yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Fritz menambahkan, sampai saat ini Bawaslu dan KPU belum dapat memastikan keaslian surat suara yang sudah dicoblos sebagaimana video yang viral. Jumlahnya pun belum diketahui secara pasti.

Karena itu Fritz meminta publik bersabar dan menunggu hasil investigasi. Dia menjanjikan jika investigasi sudah selesai maka hasilnya akan segera dipublikasikan.

BACA JUGA: Sekjen PBB Minta Pemerintah Copot Jabatan Rusdi Kirana

Baca juga: Soal Surat Suara Tercoblos, Iwan Fals: Kok Bisa?

“Kami akan umumkan secepat mungkin. Apakah nanti sore atau nanti malam, itu harus kami segera lakukan karena esok hari pemungutan suara dengan cara di TPS,” jelasnya.

Fritz pun enggan menanggapi keaslian video penggerebekan yang diduga hasil rekayasa. “Kami kan enggak bisa jadi investigator dari ruangan kantor tanpa melihat di keadaan sebenarnya,” pungkasnya.(jpc/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Bilang Jangan Meresahkan Masyarakat, Gerindra: Sikap Pendukung 01 Memuakkan


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler