Tim Kirab Satu Negeri GP Ansor Tanam 1.000 Mangrove di Papua

Sabtu, 15 September 2018 – 22:46 WIB
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas didamping Ketua PW GP Ansor Papua Amir Madubun secara simbolis menanam bibit mangrove di tepian Sungai Maro, Merauke, Sabtu (15/9). Foto: GP Ansor

jpnn.com, MERAUKE - Gerakan Pemuda Ansor menggelar aksi sosial dengan penanaman 1.000 bibit mangrove di pinggir Kali Maro, Desa Sirapu, Merauke, Papua, Sabtu (15/9).

Aksi sosial itu dilaksanakan menjelang Kirab Satu Negeri.

BACA JUGA: GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri Dari 5 Titik Terluar

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua PW Ansor Papua Amir Madubun, Ketua PC GP Ansor Merauke Syahmuhar M Zein Ongeo Gebse, dan sejumlah pengurus pusat tiba di pelabuhan kecil di kawasan Gudang Arang sekitar pukul 17:00 WIT.

Selanjutnya tim didampingi sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan ibu-ibu Muslimat NU Merauke bertolak ke lokasi.

BACA JUGA: Gus Yaqut Beber 3 Cara untuk Antisipasi Pelemahan Rupiah

Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 30 menit menggunakan perahu.

Setiba di lokasi, tim Kirab Satu Negeri kemudian melakukan acara penanaman karena matahari sudah menjelang tenggelam.

BACA JUGA: Sering Bantu NU, Caleg PDIP Jadi Warga Kehormatan Ansor

Yaqut memulai penanaman perdana bibit mangrove atau dalam bahasa setempat disebut yobe-yobe.

Secara berkelanjutan, penanaman dilakukan oleh Ketua PW Ansor Papua Amir Madubun.

"Kami berharap melalui penanaman mangrove ini bisa mengurangi abrasi dan ikut menjaga alam Indonesia agar bisa terus lestari hingga anak cucu kita," ujar Gus Yaqut, sapaan karib Yaqut.

Ketua PC GP Ansor Merauke Syahmuhar M Zein Ongeo Gebse mengatakan, penanaman mangrove sudah mulai digalakkan masyarakat ujung timur Indonesia beberapa waktu terakhir.

GP Ansor juga terlibat dalam upaya menjaga kelestarian Sungai Maro dari abrasi dengan penanaman bibit mangrove.

Selain penamaman mangrove, ada beberapa kegiatan sosial dalam rangka memeriahkan rangkaian Kirab Satu Negeri.

Di antaranya adalah bersih-bersih pantai serentak di seluruh Indonesia, menjahit 1.945 meter bendera Merah Putih di tanah kelahiran Ibu Fatmawati, deklarasi Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional, dan tapak tilas perjuangan para pahlawan dan ulama.

Ada pula berbagai kegiatan dialog kebangsaan, bakti sosial, perlombaan, pentas kesenian, memberi makan kucing jalanan hingga rekor MURI pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.500 meter di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Kegiatan-kegiatan itu digelar di daerah-daerah yang dilintasi tim Kirab Satu Negeri yang membawa Bendera Merah Putih dari empat titik terluar lain, yakni Sabang, Nunukan, Miangas, dan Rote.

Gus Yaqut mengatakan, Kirab Satu Negeri digelar untuk semakin menguatkan ikatan konsensus kebangsaan.

Dia menilai kirab bertema Bela Agama, Bangsa, Negeri ini akan efektif untuk mematahkan upaya sekelompok orang atau pihak yang tengah berupaya merusak tatanan kehidupan masyarakat Indonesia.

Keberagaman suku, adat, bahasa dan agama, imbuh Gus Yaqut, harus dijadikan modal berharga untuk menciptakan kerukunan dan meneruskan pembangunan.

"Ini adalah ikhtiar kecil GP Ansor untuk mempersatukan bangsa yang akhir-akhir ini menunjukkaan adanya benih perpecahan," ujar Gus Yaqut.

Selain diikuti satu juta kader Ansor di seluruh Indonesia, Kirab Satu Negeri juga melibatkan masyarakat umum, sejumlah tokoh nasional, tokoh lokal, dan berbagai komunitas lintas agama maupun budaya.

Komunitas yang terlibat sejak pelepasan di lima titik terluar hingga puncak acara di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober mendatang mencapai 1.000, sedangkan ormas sekitar 100. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gus Yaqut: Ansor-Banser Jangan Ikut Perseteruan Tak Penting


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler