Timbunan Sampah Meningkat, Jangkauan Dropbox Diperluas

Rabu, 27 September 2017 – 22:49 WIB
Reza Andrento, Environment Manager Tetra Pak Indonesia menjelaskan program Dropbox, tempat sampah kemasan karton kepada R. Sudirman, Direktur Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun KLHK di Jakarta. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Peningkatan timbunan sampah di Indonesia, membuat Tetra Pak Indonesia melakukan berbagai program dan kegiatan tepat sasaran baik dari sisi edukasi masyarakat maupun sebagai fasilitator guna terbentuknya implementasi pengelolaan dan pengolahan sampah yang berkelanjutan.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, pada tahun 2016 terdapat 65 juta ton timbunan sampah di Indonesia. Angka tersebut meningkat satu ton dibandingkan tahun 2015.

BACA JUGA: Indonesia FSC Week 2017 Resmi Dibuka

Untuk sampah kemasan karton minuman adalah bagian kecil dari total sampah berjumlah sekitar 0,1 persen total timbunan sampah tahun 2016 di Indonesia atau sekitar 63,000 ton sampah per tahun.

"Pada semester pertama tahun 2017 ini kami telah meluncurkan program pembinaan kesadaran sampah terpilah bagi masyarakat luas melalui sinergi dengan pelaku industri terkait melalui program Dropbox," kata Reza Andreanto, Environment Manager Tetra Pak Indonesia di Jakarta. Rabu (27/9).

BACA JUGA: Kerja Nyata Lindungi Gambut Untuk Cegah Karhutla

Sebagai percontohan, sudah ada 5 titik lokasi penempatan Dropbox, tempat sampah terpilah khusus karton minuman bekas di jaringan peritel Hypermart Bali seperti di Primo dan Foodmart serta beberapa sekolah baik lokal maupun Internasional.

Pengelolaan dan pengumpulan kemasan karton minuman bekas telah menjadi jadwal rutin pengambilannya oleh mitra strategis kamiecoBali Recycling.

BACA JUGA: 2 Program Nyata, Terobosan Jokowi Sejahterakan Rakyat

"Dengan kesuksesan Dropbox di Bali, pada semester kedua tahun ini kami berinisiatif untuk memperluas cakupan wilayah pengumpulan demi meningkatkan mata rantai daur ulangyang semakin efektif di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung," jelas R Sudirman, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK.

Tetra Pak telah mendistribusikan dropbox baru di 5 titik peritel di Jakarta, Bogor, Tangerang, 3 titik di Bandung nanti pada saat acara Jabar Clean Up Day tanggal 8 Oktober dan 3 sekolah melalui kerjasama dengan Forest Stewardship Council (FSC®) Indonesia.

Bersama pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menjadikan program dropbox ini sebagai pilot program untuk skala Nasional, dan Propinsi Bali terpilih sebagai lokasi pertama.

“Ini merupakan bagian dari Program Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menuju Indonesia Bersih Sampah 2020,” tandasnya.(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Desakan APPKSI Terkait Uni Eropa Melarang Produk Sawit Indonesia


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler