Timses Akui Prabowo Bukan Wong Cilik

Jumat, 20 Juni 2014 – 20:13 WIB


JAKARTA - Penasihat di tim pemenangan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Suryo Prabowo mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) semakin dekat. Namun, hingga kini masih ada masyarakat yang ragu untuk menentukan pilihan karena tak mengenal figur calon presiden yang sedang bersaing maupun karena takut dengan intimidasi.

"Praktik intimidasi sesungguhnya bentuk kepanikan sehingga bertindak menakuti rakyat, menghalalkan segala cara untuk menang. Tim pemenangan Prabowo-Hatta tidak perlu merespon. Tetap tenang, dengan santun dekati rakyat, rebut hati mereka karena ini peperangan merebut hati rakyat," kata Suryo saat berbicara di hadapan Laskar Satria Bangkit, Sukaraja, Purbalingga, Jawa Tengah (20/6).

BACA JUGA: Datangi KPK, Jampidsus Mengaku Tak Bicarakan Transkrip Transjakarta

Suryo mengatakan, Prabowo bukanlah seperti orang kebanyakan, Sebab, kata Suryo, mantan Danjen Kopassus itu dilahirkan dengan kemampuan yang luar biasa.

“Dia orang yang teruji dalam setiap tugas dan penderitaan seberat apa pun. Bayangkan saja, dia mampu bangkit dan menjadi lebih gagah meski berulang kali difitnah dan dibunuh karakternya oleh lawan politiknya,” tegas Suryo.

BACA JUGA: Prabowo Juga Jago Blusukan

Ditambahkannya pula, Prabowo memang bukan dari kalangan rakyat biasa. Namun, kata Suryo, Prabowo justru menjadi tentara karena rasa cintanya pada bangsa dan negara.

"Prabowo memang bukan wong cilik. Prabowo lahir dari keluarga berada tetapi memilih menjadi tentara karena cintanya pada Indonesia. Sebagai mantan tentara rakyat, Prabowo dekat dengan kehidupan rakyat. Penderitaan rakyat harus ditumpas bukan dijadikan tontonan. Ini waktunya Indonesia bangkit," ucap Suryo.

BACA JUGA: Desak Mahfud MD Minta Maaf ke Keluarga Bung Karno

Pensiunan TNI dengan tiga bintang di pundak itu menambahkan, saat ini saja Prabowo kembali diserang oleh seniornya di kemiliterean. Namun seperti biasanya, Prabowo bisa bertahan dan justru lebih kuat lagi. "Prabowo itu tipe ksatria. Dia ditanduk tidak remuk, ditendang malah menang. Semakin digencet dan difitnah, kemenangan semakin dekat," ujarnya.(fas/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur Masuk Pejabat Negara, Jokowi Harus Mundur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler