Tingkatkan APK, Universitas Terbuka Jangkau Daerah 3T

Kamis, 06 September 2018 – 05:29 WIB
Rektor UT Prof Ojat Darojat. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, TANGSEL - Universitas Terbuka (UT) diberikan amanah oleh pemerintah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi. Bagi UT, kepercayaan pemerintah merupakan tantangan sekaligus peluang untuk merajut nusa dalam membangun bangsa.

"Mandat UT sesuai SK Presiden nomor 41 Tahun 1984 adalah memberikan layanan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat. Sehingga UT harus memilliki jangkauan layanan akademik hingga ke daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T)," ungkap Rektor UT Prof Ojat Darojat dalam sambutannya pada Dies Natalis ke-34 di Kampus UT, Selasa (4/9).

BACA JUGA: Universitas Terbuka Gratiskan Biaya Kuliah Mahasiswa NTB

Pemerataan akses pendidikan tinggi, lanjutnya, merupakan mandat utama UT. Hal ini sejalan dengan nawa cita ke-5 Presiden Republik Indonesia, yaitu peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas dan pendidikan terutama di daerah pinggiran.

Prof Ojat membeberkan, di Indonesia saat ini peningkatan APK Perguruan Tinggi baru mencapai 31,5% dari penduduk rentang usia 19-23 tahun yang mengenyam pendidikan tinggi. APK ini masih rendah dibandingkan rata-rata APK di Asean yang mencapai hingga 40%.

BACA JUGA: Menristekdikti Targetkan UT punya Sejuta Mahasiswa

Ikhtisar Data Pendidikan Tahun 2016/2017 menunjukkan, jumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat pada tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 2.548.389 siswa. Sementara itu, daya tampung PTN selain UT hanya sekitar 546.583 mahasiswa. Dengan demikian, terdapat sekitar 2.001.806 lulusan SMA/ sederajat yang tidak tertampung di PTN.

"Data tersebut menunjukkan, UT memiliki peluang yang cukup besar dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan APK karena keluasan daya jangkau, akses, dan kapasitas layanannya," paparnya.

BACA JUGA: Menristekdikti Ajak Istri Kepala Daerah Kuliah di UT

Tahun ini jumlah mahasiswa UT mencapai di atas 300 ribu orang termasuk 2.000 lebih yang tersebar di 33 negara dan dilayani oleh 39 kantor UPBJJ-UT dan PPMLN.

"Dari jumlah ini, sebanyak 25% merupakan generasi milenial (berusia di bawah 23 tahun) dan sisanya sebanyak 75% berusia di atas 23 tahun," ucapnya.

Pada 2017, jumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 128.244 orang. Sementara itu, daya tampung PT Negeri yang tersedia adalah 101.906 kursi. Dan berdasarkan data SNMPTN 2017, jumlah sekolah yang terdaftar pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebanyak 14.790 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 130.854 orang.

Dengan jumlah lulusan SMA dan sederajat sebesar 2.548.389 siswa maka cukup banyak siswa SMA dan sederajat yang tidak bisa menempuh kuliah di PT Negeri.

"Tahun 2017 UT telah menampung 10% (28.439) lulusan yang tidak diterima di PT Negeri tersebut. Jumlah mahasiswa UT lulusan SMA dan sederajat tersebut mencapai sekitar 52% dari total jumlah mahasiswa baru UT dan trend mahasiswa lulusan SMA dan sederajat ini terus mengalami peningkatan," tutupnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alhamdulillah, Banyak Generasi Milenial Kuliah di UT


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler