Tingkatkan Kompetensi Guru TIK di Daerah 3T, Kemendikbudristek & Kemenkominfo Berkolaborasi 

Sabtu, 03 September 2022 – 21:38 WIB
Peningkatan kompetensi guru TIK di daerah 3T menjadi target Kemendikbudristek dan Kemenkominfo. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan juga tanah air menjadi pengalaman berharga bagi pelaku di sektor pendidikan. Hal itu karena pelaksanaan belajar mengajar dilaksanakan secara jarak jauh atau daring. 

Dibutuhkan kompetensi yang memadai dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi para pendidik, agar bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik. 

BACA JUGA: Kritikan Tajam Ketua Komisi X kepada Mas Nadiem, Ada Soal Tunjangan Profesi Guru 

"Peningkatan kompetensi guru TIK sangat dibutuhkan dalam menunjang layanan pendidikan di era digital," kata Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kepulauan Riau, Imam Edi Priyanto, Sabtu (3/9).

Untuk itu, Kemenkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI Kominfo) berkolaborasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Pusdatin Kemendikbudristek) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru di Wilayah 3T” di Kota Batam.

BACA JUGA: Federasi Guru: Jika Pemerintah Menghapus TPG Sama dengan Bunuh Diri!

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring pada 23-26 Agustus itu dihadiri 100 guru di Kota Batam. Para guru juga mendapatkan bekal literasi digital yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru TIK di bidang digital guna menunjang layanan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Imam menambahkan selain menggunakan metode belajar konvensional, setiap guru juga harus menguasai metode belajar berbasis teknologi digital. Cara tersebut dinilai bakal turut membantu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

BACA JUGA: Ayat Tunjangan Profesi Guru Hilang, Politikus Senior Meradang

“Kombinasi kedua metode belajar ini penting untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan zaman, khususnya di tengah maraknya era perkembangan TIK yang bisa mendukung kebutuhan para guru dan siswa,” kata Imam.

Sementara itu, Head of Partnership Division Siberkreasi, Oktora Irahadi menekankan hal-hal yang harus dimiliki para guru TIK sebagai modal utama mengajar. 

“Guru TIK adalah garda terdepan bagi pemahaman teknologi digital di kalangan siswa,” ujarnya.

Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Pemerintah BAKTI Kemenkominfo Latifa Hanum, memaparkan bahwa sejak 2015-2022, pihaknya telah membangun sebanyak 15.878 titik lokasi layanan internet seluruh Indonesia dengan 394 di antaranya terdapat di Provinsi Kepulauan Riau. 

Selain itu, terdapat usulan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pada 2023 untuk Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 439 titik difokuskan di pusat-pusat layanan publik, seperti sekolah, puskesmas, dan lain sebagainya. 

"Penting utilisasi infrastruktur agar bisa memberikan manfaat bagi guru dan siswa," kata Latifa. 

Arief Darmawan, perwakilan dari Pusdatin Kemendikbudristek juga memberikan apresiasi  atas motivasi, kontribusi, dan pengabdian dari para guru yang berkenan untuk mengajar di daerah-daerah 3T dan yang bertugas di Sekolah Luar Biasa (SLB). (esy/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler