Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementan Perkuat Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian

Rabu, 21 Juni 2023 – 19:06 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri atas) membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian” di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur. Foto: Kementan

jpnn.com, BATU - Meningkatkan nilai tambah produk pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan).

Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA: SMK-PPN Banjar Baru Perkuat SDM Pertanian di Kalsel

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian” di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur pada 21–23 Juni 2023.

Kegiatan ini diikuti Widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian.

BACA JUGA: Kinerja BPPSDMP Capai Target, Kementan Berikan Apresiasi kepada SDM Pertanian

TOT dilaksanakan dalam 30 jam pelatihan dengan metode blended learning.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang membuka kegiatan secara online dari Agriculture War Room (AWR) Kementan mengatakan update pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dibutuhkan sebagai antisipasi perubahan iklim, dan ancaman el nino dan krisis pangan global.

BACA JUGA: Calon Wakil Presiden Anies Baswedan Ialah....

"Dalam kondisi ini, kita harus manfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan alam kedepan. TOT ini penting untuk mengupdate pengetahuan," kata Syahrul.

"Kita tidak dapat menyelesaikan masalah saat ini dengan solusi lima atau sepuluh tahun lalu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adaptif menghadapi tantangan pertanian kedepan” ujar Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang hadir secara online mengatakan tema TOT kali ini peningkatan nilai tambah komoditas pertanian adalah isu yang sangat penting dan merupakan isu yang diangkat pada pertemuan Menteri Pertanian Negara G20 di Bali Tahun lalu.

“Disepakati bersama peningkatan nilai tambah produk pertanian adalah cara meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan. Karena sesungguhnya keuntungan itu ada di nilai tambah komoditas pertanian itu," jelas Dedi.

Dedi menambahkan petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

"Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak,” katanya.

Apresiasi pelaksanaan TOT disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Lampung Bustami Zainudin yang yang hadir secara online.

"Upaya peningkatan nilai tambah untuk petani merupakan solusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan dalam pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan," kata Bustami Zainudin.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dan terdiri dari 60 orang dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian dan 60 orang dari petani milenial.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online di seluruh UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP.

Hadir saat pembukaan di BBPP Batu, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang sebelumnya di tempat yang sama membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Petani Milenial, Kepala BBPP Batu, Sabir, dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesantren Al Zaytun Sesat? Simak Penjelasan Wamenag Zainut


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler