Tingkatkan Pelayanan Bagi Pengguna Tol, Hutama Karya Terapkan 5 Teknologi Canggih

Rabu, 22 November 2023 – 18:58 WIB
Tol Pematang Panggang OKI hasil karya Hutama Karya. Foto: Dokumentasi Hutama Karya

jpnn.com, PALEMBANG - PT Hutama Karya (Persero) terus melakukan inovasi berbasis teknologi yang berkelanjutan guna memberikan pelayanan yang optimal bagi pengguna tol.

Salah satunya dengan mengembangkan lima teknologi, seperti pengembangan Water Treatment Plant (WTP), penerapan smart lamp di sejumlah tol yang dikelola.

BACA JUGA: Hutama Karya Terapkan Transformasi Digital, Kinerjanya Diakui Dunia

Pengembangan aplikasi HK Toll Apps sebagai media informasi berkendara di tol Hutama Karya berbasis mobile, penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terintegrasi dengan ETLE nasional dalam penindakannya.

Pemasangan alat Weigh in Motion (WIM) dalam menciptakan jalan tol yang bebas dari kendaraan Overdimension & Overload (ODOL).

BACA JUGA: Hutama Karya Bagikan Ribuan Merchandise Bagi Pengguna Jalan Tol

Selain itu, terdapat tiga teknologi yang mempermudah operasional tol seperti pengembangan Intelligent Traffic System (ITS), Smart Closed Circuited Television (Smart CCTV) dan Data Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS) yang dapat mendeteksi kendala di jalan tol dan pendeteksian kondisi lalu lintas secara real-time.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengungkapkan bahwa penerapan teknologi tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam operasional tol.

BACA JUGA: Rumah Pj Gubernur DKI Dijaga Ketat TNI-Polri, Ada Apa, Nih?

Serta mempermudah pengguna jalan dalam mengakses informasi dan memantau lalu lintas terkini dari ruas-ruas tol yang ingin dilintasi.

“Pengguna tol dapat memantau langsung kondisi lalu lintas sebelum berkendara melalui Smart  CCTV secara real-time yang tersedia di aplikasi HK Toll Apps,” ungkap Tjahjo, Rabu (22/10).

Tjahjo mengatakan bahwa sistem ITS telah lama dikembangkan menggunakan  Artificial Intelligence (AI) yang dikendalikan secara terpusat di command center yang berlokasi di HK Tower, serta dapat diakses di control room masing-masing cabang tol dengan penjagaan personil selama 24 jam.

Adapun keunggulan dari sistem ini dapat mendeteksi dan menganalisis kendali pendapatan tol, kendali  performa peralatan tol, kendali kondisi lalu lintas melalui CCTV yang terintegrasi ke sistem ITS.

Kendali penanganan pothole atau lubang di tol, hingga kendali keluhan pelanggan atau sentiment analysis dari media sosial.

Sedangkan untuk Penerangan Jalan Umum (JPU), Hutama Karya telah memasang sebanyak total 3.704 buah smart lamp di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai, dan Tol Sigli-Banda Aceh.

"Keunggulan dari smart lamp ini yaitu fitur pengaturan otomatis dan pemantauan jarak jauh yang sangat mempermudah pengoperasian tol serta dengan penggunaan LED membuat lampu ini lebih hemat energi dibandingkan dengan lampu konvensional," kata Tjahjo.

Namun, sayangnya penggunaan smart lamp di Asia Tenggara khususnya Indonesia masih belum banyak digunakan.

Padahal di negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang yang sudah lebih dulu menerapkan smart lamp di tol.

"Padahal ini sangat efisien dalam membantu mengurangi konsumsi energi secara signifikan dan menghasilkan penghematan biaya operasional yang substansial,” tutur Tjahjo.

Selain itu, lanjut Tjahjo, Hutama Karya sedang mengembangkan teknologi Water Treatment Plant (WTP) untuk mengolah air yang bersumber dari sumur, sungai, waduk atau air recycle menjadi air yang aman dan sesuai untuk berbagai keperluan.

Saat ini alat WTP baru diimplementasikan di rest area KM 306, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dan selama masa evaluasi, air yang dihasilkan telah sesuai dengan standar air bersih.

Nantinya, alat WTP ini juga akan diterapkan di ruas-ruas lainnya di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Teknologi ini menjadi solusi atas permasalahan air di beberapa ruas di JTTS, yang kebanyakan membelah hutan atau sawah sehingga kualitas airnya masih kurang dan perlu di treatment,” terangnya.

Dengan berbagai teknologi yang telah diterapkan dan juga terus melakukan inovasi, Hutama Karya siap menghadapi penerapan INDI 4.0 di tol dengan menyediakan infrastruktur teknologi yang siap untuk masa depan.

“Kami percaya bahwa kesiapan dalam menghadapi Industri 4.0 adalah kunci untuk memberikan  pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor transportasi dan infrastruktur,” kata Tjahjo. (mcr35/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivitas Sejumlah Polisi di TKP Bikin Kasus Pembunuhan Subang Lama Terungkap


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler