Tinjau Sentra Wisata Olahraga, Jokowi: Ini Contoh Desa Sukses

Jumat, 17 Mei 2019 – 18:48 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lapangan sepak bola di kawasan wisata Gunung Payung Cultural Park, Desa Kutuh, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019). Foto: Kemendes PDTT

jpnn.com, BALI - Presiden RI, Joko Widodo meninjau pengembangan lapangan sepak bola di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/5). Lapangan sepak bola yang dibangun dari dana desa ini akan menjadi sentra wisata olahraga (sport tourism) Desa Kutuh.

"Di desa Kutuh ini konsepnya sport tourism, misalnya menyewakan lapangan sepak bola untuk latihan, kompetisi internasional. Paralayang ini saja setahun bisa menghasilkan Rp 800 juta. Luar biasa kan," ujarnya.

BACA JUGA: Kemendes Dorong Kebangkitan Pariwisata di Daerah Tertinggal

BACA JUGA: Pendidikan Karakter dan Penguatan Literasi Harus Dimulai Sejak Dini

Menurutn Jokowi, Desa Kutuh adalah contoh desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan ekonomi dan mensejhterakan masyarakat desa. Ia menyarankan desa-desa lain yang memiliki karakter serupa dengan Desa Kutuh dapat menduplikat konsep yang telah dikembangkan desa ini.

BACA JUGA: Kemendes PDTT Bekerja Sama dengan Platform iPaymu

"Dana desa ini bisa memicu ekonomi yang ada di desa, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya. Ini bisa dicontoh di tempat lain yang memiliki kemiripan, entah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, terkait model, keberhasilan sebuah manajemen pengelolaan dana desa untuk kemanfaatan masyarakat," ujarnya.

"Ini (Desa Kutuh) merupakan salah satu desa yang berhasil betul memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya," ujarnya.

BACA JUGA: Program Cashless Payment System Turut Membantu Promosi di Daerah Tertinggal

Terkait pengembangan ekonomi desa, ia meminta desa agar tidak terjebak dengan era revolusi 4.0. Ia meminta desa fokus menggali segmen-segmen ekonomi yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

"Dulu Desa Kutuh ini desa miskin, sekarang sudah keluar dari kemiskinan. Ini kita jangan terjebak dengan revolusi 4.0. Ada segmen yang bisa dimasuki desa atau daerah, yang justru terkadang tidak banyak kompetitornya, tidak banyak pesaingnya, yang justru itu kadang lebih bermanfaat," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan lapangan sepak bola yang dibangun di area wisata Gunung Payung Desa Kutuh ini akan digunakan untuk even Badung International Football Championship (Badung-IFC).

Pertandingan ini akan melibatkan 100 tim dan 2.500 pemain/official dari 13 negara yakni Indonesia, Jepang, Korea, Australia, China, Uzbekistan, Phillipine, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Bangladesh, dan Senegal.

“Lapangan bola ini akan digunakan untuk beberapa international event. Karena di Badung dalam waktu dekat ada even international football. Diperkirakan bisa menghasilkan pendapatan Rp 7 miliar per bulan. Di samping itu homestay juga bisa dipakai untuk penginapan atlet, ibu-ibu juga bisa berjualan," ujarnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Saran Kemendes PDTT untuk BUMDes di Jawa Barat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler