Tiongkok Gelar Pameran Budaya Kelas Dunia, KBRI Beijing Tampilkan Wonderful Indonesia

Minggu, 06 September 2020 – 23:32 WIB
Pengunjung menyambangi stan Wonderful Indonesia pada ajang The 5th Colorful World Beijing International Culture Exhibition. Foto: Antara/M. Irfan Ilmie

jpnn.com, BEIJING - Pandemi Covid-19 tak menghalangi Tiongkok menggelar Pameran Budaya Internasional ke-5 di Beijing.

Merek Wonderful Indonesia juga berpartisipasi pada ajang bertitel The 5th Colorful World Beijing International Culture Exhibition yang berlangsung pada 5-9 September 2020 itu.

BACA JUGA: Wonderful Indonesia Bersinar di Pameran Pariwisata SATTE 2020

Adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing yang menghadirkan jenama untuk promosi pariwisata tanah itu di pameran berkelas dunia tersebut.

"Pandemi tidak menghalangi aktivitas KBRI di Beijing," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun seperti diberitakan ANTARA, Minggu (6/9).

BACA JUGA: Wuhan Sudah Gelar Party Seperti Ini, Seolah Pandemi Covid-19 Telah Pergi

KBRI Tiongkok menghadirkan beberapa produk unggulan Indonesia pada ajang itu. Di antaranya ialah sarang burung walet, kopi, makanan dan minuman yang terbuat dari kelapa, serta berbagai jenis makanan dan minuman ringan lainnya.

KBRI Beijing juga memamerkan busana nasional dan tradisional khas Nusantara. Dharma Wanita Persatuan KBRI Beijing menampilkan batik dan kebaya pada pameran di kompleks Stadion Olimpiade itu.

BACA JUGA: Usai Dihajar Corona, Wuhan Gelar Pameran Otomotif Terbesar

"Saat roda ekonomi dan kehidupan bergerak new normal di Beijing, kami turut promosikan pariwisata dan produk unggulan dari Indonesia," kata Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok Dino R Kusnadi.

Pameran berkelas internasional di Beijing itu merupakan yang pertama sejak COVID-19 mewabah pada akhir 2019. Lebih dari 30 perwakilan negara asing yang ada di Beijing maupun kalangan swasta dari berbagai negeri turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pemerintah Tiongkok menghidupkan kembali roda perekonomiannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Oleh karena itu jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas yang tersedia, sedangkan tiket dijual secara daring dengan persyaratan tertentu.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler