Mulai hari Rabu (15/03) Tiongkok akan memberikan visa bagi turis asing dari 40 negara yang datang dalam rombongan. Australia masih belum masuk ke dalam daftar itu.

Langkah ini diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan dilakukan beberapa pekan setelah negara tersebut mengatakan berhasil mengatasi gelombang penularan COVID.

BACA JUGA: Silicon Startup

Menurut Biro Statistik Australia, Tiongkok merupakan destinasi populer kelima yang paing banyak dikunjungi warga Australia pada tahun 2019 dengan total 608 ribu kunjungan.

Kawasan di Tiongkok yang sebelum pandemi tidak memerlukan visa sekarang akan kembali ke aturan semula, kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok hari Selasa (14/03).

BACA JUGA: Beijing Syiah-Sunni

Ini termasuk pulau Hainan yang populer dikunjungi turis, serta destinasi pelayaran kapal pesiar yang melewati pelabuhan Shanghai.

Kebijakan bebas visa untuk mengunjungi provinsi Guandong bagi turis asing dari Hong Kong dan Macau sekarang juga akan diberlakukan lagi.

BACA JUGA: Australia Temukan Enzim Bakteri yang Bisa Hasilkan Listrik dari Sedikit Hidrogen

Kementerian tersebut mengatakan warga asing yang memiliki visa yang dikeluarkan sebelum 28 Maret 2020 dan sampai sekarang masih berlalu akan diizinkan masuk ke Tiongkok.

Tiongkok juga menambah 40 negara turis yang diizinkan datang dalam rombongan, sehingga keseluruhan daftar tersebut berisi 60 negara.

Namun Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat masih tidak masuk di dalam daftar itu.

Akhir tahun lalu, beberapa negara menerapkan aturan tambahan bagi pelancong asal Tiongkok karena khawatir mereka bisa membawa virus COVID dari Tiongkok karena pelonggaran pembatasan di dalam negeri.

Tiongkok mengecam tindakan yang dilakukan oleh Australia dan beberapa negara lain itu dengan mengatakan tindakan pembatasan harus bersifat "proporsional" dan berdasarkan sains.

Namun, pembatasan seperti keharusan melakukan tes PCR untuk bisa masuk ke Australia sudah dicabut.

Pada tahun 2022, hanya sekitar 115,7 juta perjalanan internasional tercatat masuk dan keluar Tiongkok, 4,5 juta di antaranya warga asing.

Pada tahun 2019, ada 670 juta perjalanan yang dilakukan ke dan dari Tiongkok, sebanyak 97,7 juta di antaranya warga asing.

Pemerintah Tiongkok menghentikan kebijakan ketat terkait COVID bulan Desember lalu, dan pada bulan Januari menghapus kewajiban karantina bagi mereka yang datang.

Perdana Menteri Tiongkok yang baru Li Qiang hari Senin (13/03) mengatakan Tiongkok memerlukan waktu kurang dari dua bulan untuk mencapai "transisi mulus" dalam penanganan COVID dan mengatakan strategi dan langkah yang dilakukan sudah benar.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penipuan di Facebook Marketplace Makin Marak, Ini Cara untuk Menghindarinya

Berita Terkait