Tiongkok Mulai Gunakan Pengobatan Tradisional untuk Melawan Virus Corona

Selasa, 04 Februari 2020 – 23:59 WIB
Virus Corona. Foto: istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan para ahli medis di negaranya menggunakan gabungan dari metode pengobatan tradisional dan medis modern Barat untuk menangani pasien yang terjangkit virus corona.

Dalam acara jumpa pers yang digelar di kediaman resmi Duta Besar Tiongkok di Jakarta, Selasa (4/2), Dubes Xiao mengatakan terdapat 632 penderita virus corona atau 2019-nCoV yang telah sembuh.

BACA JUGA: Menkominfo: Hentikan Hoaks Soal Virus Corona

Meski dia tidak menjelaskan secara detil terkait langkah-langkah penyembuhan serta obat-obatan yang digunakan dalam upaya penyembuhan para pasien tersebut, Dubes Xiao menjelaskan perpaduan dua cara tradisional dan modern menghasilkan progres yang baik.

“Menurut saya kalau detail tentang langkah-langkah pengobatan dan obat yang digunakan mungkin harus dijawab ahli-ahli negara kami. Tetapi, saya bisa konfirmasi bahwa sekarang ahli-ahli Tiongkok menggunakan baik cara medis tradisional Tiongkok dan cara medis western,” katanya.

BACA JUGA: Epidemi Virus Corona Jauh Lebih Ganas Pengaruhi Respons Pasar Emas

Dia menjelaskan para ahli di Negeri Tirai Bambu itu tengah berupaya melakukan penelitian terkait vaksin dan obat yang dapat menjadi jawaban bagi virus corona yang merebak hingga ke luar Tiongkok.

“Belakangan ini, laboratorium nasional Tiongkok sudah mengisolasikan tiga strain virus dan akan membuat vaksin dari strain virus itu,” katanya.

BACA JUGA: Masyarakat Tiongkok Pakai Aplikasi Mobile Deteksi Virus Corona

Institut terkait di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, kata dia, juga telah menyaring beberapa obat yang dapat menghambat penyebaran wabah itu. Dia pun berharap agar vaksin dan obat terkait dapat segera ditemukan.

Lebih lanjut, Xiao juga menjelaskan bahwa para ahli juga tengah meneliti asal-usul virus yang pertama muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei itu.

“Berdasarkan penelitian pusat pengendalian penyakit Tiongkok, virus baru ini ada kemungkinan besar berasal dari binatang liar. Kemungkinan besar berasal dari kelelawar,” katanya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna memastikan asal-usul virus tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler