Berhubungan Badan Saat Haid Bisa Tertulari Virus, Jangan Lupa Pakai ini, ya!

Jumat, 13 Mei 2022 – 03:11 WIB
Ilustrasi - bermain cinta di ranjang. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Melakukan hubungan badan saar wanita sedang haid cenderung memiliki risiko lonjakan tekanan darah lebih sedikit dan akhirnya rileks.

Dokter dari Medical Center for Female Sexuality di New York, Tara Ford, mengatakan hubungan tetap bisa dijalankan jika wanita merasa nyaman.

BACA JUGA: 5 Olahraga ini Bisa Membantu Menghilangkan Selulit, Selamat Mencoba

Nah, untuk menjaga agar hubungan tetap aman, Ford merekomendasikan agar meletakkan handuk di atas tempat tidur, atau melakukannya di bawah shower. 

“Jangan khawatir jika melihat gumpalan merah atau coklat gelap selama atau setelah berhubungan. Itu hanya darah tua dari lapisan rahim dan itu normal. Anda mungkin lebih menikmatinya,” ungkap Ford dikutip dari Everyday Health.

BACA JUGA: Adab Berhubungan Suami Istri, Gunakan Kain Penutup, Jangan Menghadap Kiblat, ya!

Senada dengan Ford, menurut penelitian yang diterbitkan pada 2013 di Cephalalgia menyimpulkan kegiatan intim saat masa haid justru bisa bermanfaat bagi kesehatan, seperti mengurangi sakit kepala migrain dan nyeri kepala pada beberapa orang.

Selain itu, ketika mencapai puncak kenikmatan, tubuh akan melepaskan hormon prolaktin.

BACA JUGA: Minta Iqlima Kim Jujur, Hotman Paris: Kami Bermesra-mesraan, Sangat Mesra

Hal ini akan membuat Anda dapat tertidur lelap setelah melakukan hubungan yang panas nan menggairahkan.

Namun, di balik semua kenikmatan yang ada, menurut Centers for Disease Control and Prevention, resiko terpapar virus bisa terjadi dalam darah menstruasi.

Karena itu dokter sangat menganjurkan penggunaan kondom untuk menurunkan risiko ini.

Lauren Streicher, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Feinberg dari Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat, mengatakan ada dua alasan untuk risiko ini.

"Setiap cairan tubuh dapat membawa IMS atau IMS lain, dan selama menstruasi serviks terbuka sedikit sehingga memungkinkan virus masuk," katanya.

"Pesan saya untuk wanita adalah tidak akan terjangkit virus selama si pria menggunakan pelindung,” seru Streicher.(jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler