Titi Minta 117 Ribu Guru Honorer K2 Diprioritaskan dalam Rekrutmen PPPK 2021

Kamis, 26 November 2020 – 13:53 WIB
Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK21) Titi Purwaningsih. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih meminta pemerintah memberikan formasi khusus bagi para pengajar usia tua dan mengabdi lama dalam rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) 2021.

Tanpa formasi khusus, guru-guru honorer K2 yang tersisa tidak akan bisa terakomodir. Dia mengungkapkan, dari 157 ribu guru honorer K2, yang sudah diangkat PNS sebanyak 8 ribuan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Menteri Edhy Bikin Cita-cita Prabowo Nyapres Kandas, Rizieq Depak Anies di Survei

Sedangkan yang diangkat PPPK ada 34 ribuan. Otomatis yang tersisa sektar 117 ribu.

"Kami mohon kepada pemerintah untuk menyelesaikan sisa honorer K2 sekitar 117 ribu dulu itu. Jangan sampai mengangkat yang lain tetapi guru honorer K2 masih tertinggal," kata Titi kepada JPNN.com, Kamis (26/11).

BACA JUGA: Usulan Tambahan Formasi Guru PPPK 2021 Diperpanjang Hingga 31 Desember

Selain meminta formasi khusus sebanyak 117 ribu orang, Titi juga mendorong pemerintah untuk memberikan poin khusus bagi honorer K2. Menurut Titi, ini penting sebagai bentuk apresiasi terhadap honorer K2.

Dia meminta pemerintah jangan sampai menganggap guru honorer K2 yang tidak lulus seleksi berkompetensi rendah. Sebab, para honorer K2 sudah teruji puluhan tahun mengabdi dan tanpa komplain dari siapa pun.

BACA JUGA: Kemenkeu Ungkap Masalah di Pemda soal Gaji PPPK 2019

"Kalau kami kompetensinya rendah, kenapa sampai saat ini masih dipekerjakan. Kenapa pengabdian kami hanya diukur oleh alat computer assisted test (CAT)," kritiknya.

Menurut Titi, terlalu picik bila mengukur kemampuan guru honorer hanya dengan tes satu sampai dua jam. Sementara para honorer K2 sudah terbukti bisa mengajarkan anak-anak didiiknya hingga banyak yang jadi orang (punya pekerjaan bagus).

"Masa sih kemampuan kami hanya diukur dari mesin tes itu. Kalau kami dianggap tidak kompeten kenapa enggak dari dulu diprotes. Faktanya kami tetap saja dipekerjakan," tandasnya.

Dia kembali meminta dari 1 juta guru PPPK, sebaiknya sudah diplotkan untuk jatah guru honorer K2. Kemudian guru honorer non K2, guru swasta, dan fresh graduate. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler