TKI Sudah Mulai Dikerjai Calo di Garbarata

Minggu, 27 Juli 2014 – 13:16 WIB

JAKARTA - Kepala Badan BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur tidak mempersoalkan penggerebekan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (26/7) dini hari WIB. Mantan Dubes di Arab Saudi itu bahkan mengapresiasi langkah penegakan hukum di bandara Soekarno Hatta itu.
     
"Kalau bisa jangan sekali saja. Karena bisa kambuh lagi," katanya saat ditemui, Sabtu (27/7).

Gatot mengatakan siap bekerjasama dengan KPK maupun Polri untuk melakukan perlindungan terhadap TKI yang baru pulang dari rantau.
     
Dia menuturkan terus melakukan bersih-bersih internal BNP2TKI. Sebab hujatan ada perilaku kotor oknum di lembaga yang berkantor di Jalan M.T. Haryono, Pancoran, Jakarta terus bermunculan.
     
Gatot lantas menceritakan modus-modus pungutan yang kerap terjadi. Dia mengatakan ketika TKI berjalan di garbarata, sudah ditarik oleh calo atau pemeras. Karena lokasi garbarata ini ada di dalam lingkungan yang steril, tidak sembarang orang bisa mengakses hingga di titik itu. Sehingga hampir bisa dipastikan yang mendekati TKI sejak di garbarata itu adalah oknum resmi. Apakah dari imigrasi, BNP2TKI, Angkasa Pura, Kepolisian, atau bahkan Tentara.
     
"Pokoknya kalau masyarakat biasa, sulit bisa sampai masuk dan menjemput TKI di garbarata," papar dia.

BACA JUGA: 21 Perusahaan Ogah Bayar THR

Nah oknum nakal yang menyanggong TKI sejak di garbarata itu lantas mengarahkan mereka ke jalur pemulangan milik BNP2TKI. Di jalur inilah mereka dikerjai. Mulai dari penipuan oleh money changer (tempat penukaran uang) dengan modus kurs rendah sekali, jasa travel ke kampung halaman yang mahal, hingga porter atau tukang angkut yang minta biaya lebih tinggi.
     
Sejatinya Gatot mengatakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) sudah membuat aturan TKI dibebaskan memilih akses manapun ketika di bandara. "Apakah itu melewati akses BNP2TKI atau jalur umum seperti penumpang pada biasanya, itu silahkan dipilih para TKI," paparnya.
     
Tetapi karena TKI tadi belum siap berjalan sendiri mengurus segala dokumen hingga barang bagasi, umumnya memilih lewat jalur BNP2TKI. Akhirnya mereka menjadi sasaran empuk pemerasan para calo atau preman.
     
Celakanya ketika mereka memilih jalur seperti penumpang umum, juga tidak lepas dari aksi pemerasan. Menurut sejumlah keterangan, ada oknum pemeras yang sengaja berjaga di pintu kedatangan penumpang umum. Ketika mendapati seorang TKI, maka diarahkan kembali ke jalur milik BNP2TKI. Alasannya untuk pendataan administrasi dan sebagainya. Akhirnya kembali berpotensi menjadi korban pemerasan.
     
Gatot mengatakan tidak ada catatan resmi jumlah uang yang dipungut dari para TKI itu. Tetapi rentangnya cukup bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu lebih di setiap titik.
     
Pungli kepada TKI yang baru pulang ke tanah air itu tidak berhenti di bandara saja. Gatot mengatakan dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, rombongan mantan TKI ini juga sering diperas oleh preman-preman kampung. Tidak ada pengawalan dari aparat keamanan, membuat para TKI itu pasrah menyerahkan sebagaian uangnya ke preman kampung tadi.
     
Untuk menyiasati kejahatan pemerasan ini, Gatot mengatakan sejak empat hari terakhir menerapkan aturan baru. Setelah bekerjasama dengan kepolisian, pemulangan TKI di-drop di mapolsek-mapolsek setempat. Kemudian keluarga para TKI itu sendiri yang menjemput di mapolsek.
     
"Insyallah kalau sudah di mapolsek aman. Kapolri sudah berkoordinasi dengan Kapolda-Kapolda hingga Kapolres," papar dia.
     
Gatot berharap TKI pulang ke tanah air tidak terkonsentrasi ke badan Soekarno Hatta semuanya. Untuk kawasan Jawa Tengah, bisa turun melalui bandara di Semarang atau Jogjakarta. Kemudian yang pulang ke Jawa Barat, bisa pulang melalui bandara di Bandung. Begitu pula untuk wilayah Jawa Timur, bisa pulang melalui bandara Juanda.
     
Seruan ini tampaknya memberatkan majikan para TKI itu. Umumnya para majikan tidak mau repot, dan memilih membelikan tiket pesawat langsung menuju bandara Soekarno Hatta saja. Kepulangan ke kampung halaman, dipasrahkan ke masing-masing TKI. (gun/wan)

 

BACA JUGA: Inilah Pelanggaran di 33 Provinsi Versi Prabowo-Hatta

BACA JUGA: Takut Hukuman Berat, Andi Ragu Banding

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPU Dituding Disogok Rp 25 Miliar Karena Menangkan Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler