TNI AL Evakuasi Ibu Melahirkan yang Terombang-ambing di Laut

Kamis, 23 Juni 2022 – 09:10 WIB
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya (SBY)-591 jajaran Koarmada II dengan Komandan Letkol Laut (P) Handoyo membantu evakuasi ibu melahirkan yang sedang terombang-ambing di atas Kapal Siaga Desa tepatnya di perairan Madura pada Senin (20/6). Foto: Dispenal

jpnn.com, JAKARTA - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya (SBY)-591 jajaran Koarmada II dengan Komandan Letkol Laut (P) Handoyo membantu evakuasi ibu melahirkan yang sedang terombang-ambing di atas Kapal Siaga Desa pada Senin (20/6).

Saat itu, KRI Surabaya sedang melaksanakan operasi pelayaran dari Pulau Sepekan menuju Pulau Sapudi di perairan sebelah barat Pulau Kangean, Madura, Jawa Timur.

BACA JUGA: Warga Perbatasan Timor Leste Tiba-tiba Datangi Pos TNI AL, Membawa 4 Senjata Api

Kapal Siaga Desa yang mengalami kerusakan (As Mesin Induk patah) ini selanjutnya digandeng menuju Pelabuhan Kangean untuk evakuasi ke darat.

KRI Surabaya-591 selanjutnya lego jangkar di Teluk Ketapang Kangean dilanjutkan penurunan 2 LCVP untuk proses evakuasi korban ke darat, sedangkan kapal Siaga Desa diantar ke area lego jangkar.

BACA JUGA: Masuk Wilayah Teritorial Indonesia Tanpa Izin, Kapal Penangkap Ikan Asal Taiwan Ditangkap TNI AL

Komandan KRI Surabaya-591 menjelaskan kapal Siaga Desa yang sedang dalam misi mengantar warga dalam proses persalinan mengalami mati mesin dan sempat terombang ambing di lautan.

"Setelah di lokasi dengan jarak 1.200 yard dari kapal Siaga Desa, selanjutnya KRI Surabaya-591 menurunkan 2 unit LCVP untuk menuju kapal Siaga Desa guna melaksanakan evakuasi," kata Letkol Handoyo.

BACA JUGA: Laksamana Yudo: Bung Karno Bapak Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL

Dalam evakuasi kapal tersebut, KRI Surabaya-591 berhasil mengevakuasi 8 personel dengan keterangan 2 orang pasien (1 Ibu pasca-operasi Caesar beserta 1 bayi), 2 orang keluarga pasien, dan 4 orang tenaga medis (3 dokter dan 1 bidan).

Seluruh personel dalam kondisi aman. Pasien selanjutnya dirawat di ruang kesehatan KRI Surabaya-591 untuk kemudian dibawa menuju Puskesmas terdekat.

Kesigapan KRI Surabaya-591 dalam menindak cepat terjadinya permasalahan di laut sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (LSAL) Laksamana TNI Yudo Margono agar di mana pun prajurit TNI AL berada harus dapat membantu dan memberikan manfaat di lingkungan sekitarnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler