TNI Sudah tak Sabar

Rabu, 25 Mei 2016 – 08:53 WIB
Jet tempur Sukhoi. Ilustrasi.Foto: JawaPos.com/JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Kapuspen Mabes TNI Mayjen Tatang Sulaiman mengatakan, pihaknya hanya bisa menunggu dari Kemenhan. rencana pembelian 10 UNIT jet tempur Sukhoi SU-35.

Kementerian yang dipimpin Ryamizard Ryacudu itu yang berwenang melakukan pembelian pesawat tempur. "Kami sebagai user hanya menunggu saja. Kami tidak menangani pembelian," ujarnya kemarin (24/5).

BACA JUGA: Ssttt... Krishna Murti Diam-diam Datangi Kejagung, Karena Jessica?

Terkait dengan jumlah pesawat yang akan dipilih, apakah masih tetap membeli 10 pesawat? Tatang menjelaskan, pihaknya juga tidak bisa menjawab. Kemenhan yang berwenang menentukan jumlah pesawat yang akan dipilih. 

Tentu hal itu akan disesuaikan dengan anggaran negara. Harga pesawat itu sangat mahal, sehingga pembelian harus memperhatikan kekuatan APBN.

BACA JUGA: Rencana Beli 10 Jet Tempur Sukhoi SU- 35, Apa Kabar?

Menurut dia, pesawat Sukhoi sangat dibutuhkan TNI untuk menjaga kedaulatan langit Indonesia. Sukhoi akan menggantian pesawat F- 5 Tiger yang sudah uzur. Sukhoi merupakan jet tempur sangat canggih. 

Dengan pesawat itu, kekuatan persenjataan TNI akan semakin bertambah. "Kami butuh pesawat yang canggih," ungkapnya.

BACA JUGA: Jessica Kumala Wongso Hampir Keluar Tahanan

Pesawat itu memiliki kecepatan hingga 1.400 km per jam di atas laut dan 2.400 km per jam di ketinggian 60 ribu kaki.

Kekuatan utama dari SU-35 berada pada sensor. Radar jenis NIIP Tikhomirov Irbis-E diklaim mampu mendeteksi 30 target di udara, 4 objek di darat dengan jarak hingga 400 km.

Pesawat itu juga dilengkapi 30 mm GSh-30 internal cannon yang mampu menembakkan 150 butir peluru. Terdapat 12 slot yang terdiri dari 2 wingtip rails dan 10 wing dan mampu membawa misil, roket dan bom dengan bobot maksimal 8.000 kg. (lum/sam.jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bang Rhoma dan Grace Natalie Percaya Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler