TNI Tahan Peluru SAGL Milik Polri

Jumat, 06 Oktober 2017 – 19:03 WIB
Setyo Wasisto (kiri). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui Mabes TNI menahan sebagian peluru SAGL (stand alone grenade launcher) yang diimpor dari Bulgaria. Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

"Terkait dengan SAGL, Mabes TNI akan segera keluarkan rekomendasi dengan catatan amunisi tajam yang berisi butiran logam kecil-kecil itu atau peluru tabur dititip di Mabes TNI," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

BACA JUGA: Bahas Regulasi Senjata, Menkopolhukam Bentuk Pokja

Meski ditahan, Setyo mengaku, Polri bisa saja mengambilnya jika diperlukan. Penggunaan peluru tersebut, kata Setyo, bisa diklaim melewati mekanisme yang sudah diatur.

Amunisi SAGL, kata Setyo, terdiri dari tiga jenis. Pertama asap, lalu gas air mata, dan terakhir peluru tabur.

BACA JUGA: Bukan Cuma TNI, Polisi Juga Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Setyo menambahkan, peluru tabur tersebut sebenarnya tidak berbahaya, hanya sekadar mengejutkan. "Isinya butiran kecil. Tidak untuk mematikan tapi melumpuhkan," tegas Setyo.

Mengenai jumlah amunisi peluru tabur yang ditahan Mabes TNI, Setyo enggan memerincinya. Dia menegaskan, informasi itu bukan untuk konsumsi publik. (mg4/jpnn)

BACA JUGA: Polemik Senpi Polri Bakal Diputuskan Jumat

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hasil Pemeriksaan Senjata Impor Polri Sesuai Aturan?


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler