Tol Pandaan-Malang Ditargetkan Beroperasi Akhir 2018

Senin, 15 Januari 2018 – 16:37 WIB
Jalan tol. Ilustrasi Foto: JPG

jpnn.com, JAKARTA - Hingga pertengahan Januari 2018, progres proyek pembangunan fisik tol Pandaan-Malang untuk seluruh seksi gabungan sudah mencapai 42,104 persen.

Targetnya, ruas tol Pandaan-Malang sudah bisa beroperasi akhir tahun ini.

BACA JUGA: Bang Sandi Terancam Dipenjara 4 Tahun

''Pembebasan lahan sudah merealisasikan 80,60 persen,'' tutur AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru, Minggu (14/1).

Dia menjelaskan, jalan tol sepanjang 38,488 kilometer tersebut dirancang memiliki lima seksi dan akan terhubung dengan ruas Gempol-Pandaan.

BACA JUGA: Bayi Mungil Diletakkan Ibunya Bersama Surat di Teras Warga

Beroperasinya tol tersebut akan mengurai simpul kemacetan yang ada di jalan arteri. Di samping itu, dapat memangkas waktu tempuh dari Malang menuju Pandaan atau sebaliknya.

”Rampungnya tol Pandaan-Malang dapat mempercepat arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian di Jawa Timur,” tambahnya.

BACA JUGA: Angin Puting Beliung Robohkan Satu Rumah di Sukawangi

Selain mempercepat pembangunan tol Pandaan-Malang, Kementerian PUPR juga mengejar pengerjaan ruas Ngawi-Kertosono dan Solo-Ngawi yang rencananya mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, pengoperasian tol Ngawi-Kertosono masih menunggu jadwal resmi dari presiden.

”Untuk jadwal pastinya belum ada. Kemungkinan akhir Januari atau awal Februari,” tuturnya kepada Jawa Pos.

Dari ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 87,5 kilometer, yang akan terlebih dahulu dioperasikan adalah Ngawi-Wilangan sepanjang 49,5 kilometer yang dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ).

Mayoritas sahamnya dimiliki PT Jasa Marga. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ruas tol tersebut secara umum sudah siap diresmikan. Progres konstruksinya sudah hampir 100 persen.

”Sudah siap diresmikan. Akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” kata Basuki.

Untuk ruas Wilangan-Kertosono sepanjang 37 kilometer yang dibangun dengan APBN, progres konstruksinya sudah hampir 50 persen dan rencananya mulai beroperasi pada Mei 2018.

Para pengguna jalan tol tersebut nanti akan dikenai tarif Rp 1.200-Rp 1.300 untuk kendaraan golongan satu.

Itu artinya, biaya yang harus dibayar masyarakat berkisar Rp 104.400 hingga Rp 113.100 untuk jarak terjauh.

Ruas Ngawi-Kertosono akan tersambung tol Solo-Ngawi dan Kertosono-Mojekerto-Surabaya. ''Tol Trans Jawa ditargetkan pada akhir 2018 sudah tersambung. Bahkan bisa sampai Probolinggo,” tutur Basuki.

Ruas Ngawi-Kertosono memiliki tiga gerbang tol (GT) yang menerapkan sistem transaksi tertutup dan pembayaran tol elektronik atau non-tunai.

Untuk tol Solo-Ngawi progres konstruksinya sudah lebih 90 persen. Pekerjaan yang tengah dilakukan adalah penyelesaian jalan layang (overpass). Dari 61 yang dikerjakan, 23 segera diselesaikan terutama yang dekat dengan permukiman. (and/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hindari Razia Polisi, Irwan Malah Tertabrak Mobil


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler