Tolak Rektor Impor, Fahri Hamzah : Nanti DPR juga Dari Asing

Rabu, 31 Juli 2019 – 21:48 WIB
Presiden Joko Widodo alias Jokowi bercengkerama dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - DPR menolak rencana Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi mengundang rektor dari luar negeri memimpin perguruan tinggi di Indonesia.

Baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang sudah berbadan hukum atau belum.

BACA JUGA: Polemik Rektor Asing, Menteri Nasir: Saya Sudah Ditanya Presiden

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuturkan bahwa bangsa Indonesia sanggup menjadi rektor, sehingga tidak perlu mengambil dari luar negeri.

"Ya itu tadi, jangan bikin kecil hati bangsa Indonesia. Kita sanggup kok," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/7).

BACA JUGA: Respons Politikus PKS Soal Rencana Pemerintah Impor Rektor

BACA JUGA : DPR Tolak Ide dari Pemerintah soal Rektor Impor, Memangnya Tak Ada Lagi Anak Bangsa?

Dia mengatakan, yang menjadi masalah adalah ketika pemerintah tidak punya konsep untuk memperkuat kampus, maka akan menjadi lemah sendiri.

BACA JUGA: Menristekdikti Tegaskan Rektor Impor Tidak Bertentangan dengan UU

"Harusnya malu dia sebagai menteri tidak sanggup memordenisasi kampus," ujar Fahri.

Menurut Fahri, seharusnya yang terjadi bukan malah sedikit-sedikit lalu mencari rektor asing.

"Ya sudah semua saja, kita tonton orang asing kerja buat kita seperti zaman belanda dulu. Nanti anggota DPR-nya orang asing juga," ungkap Fahri.

Dia menegaskan bahwa ini bukan soal melanggar aturan atau tidak, tetapi harusnya konsep modernisssi datang dari pemerintah.

"Pelaksananya silakan diatur, tetapi ini kan konsep tidak ada ujug-ujug lepas tangan, asing saja. Seolah-olah kalau semua dilepas ke orang asing semua jadi beres, ya tidak juga," paparnya.

BACA JUGA : Prof Ojat Darojat Dukung Kehadiran Rektor dan Dosen Asing

Menurut Fahri, yang bertanggung jawab soal regulasi dan konsep operasionalnya ada pada pemerintah sebagai pembuat undang-undang, serta selaku pengelola sektoral.

"Menristekdikti, dia kan mengelola sektoral, kenapa dia tidak menggunakan kekuatan politiknya untuk mengelola sektor itu sehingga menjadi maju, bukan lepas tangan ke orang lain," paparnya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Tolak Ide dari Pemerintah soal Rektor Impor, Memangnya Tak Ada Lagi Anak Bangsa?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler